Laporan Nusantara – Medan //
Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kunjungan resmi Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., ke kediaman Bunda Indah, tokoh nasional perempuan yang dikenal aktif dalam kegiatan sosial, keagamaan, pemberdayaan perempuan, dan kerukunan antarumat beragama. Kunjungan tersebut berlangsung di Komplek Bumi Seroja Permai, Jalan Gagak Hitam (Ringroad), Medan, Kamis (15/10/2026).
Kedatangan orang nomor satu di jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Utara itu disambut langsung oleh Bunda Indah, selaku Pimpinan Majelis Ta’lim Halimah (MTH) sekaligus Ketua Umum Rumah Komunikasi Lintas Agama (RKLA), bersama jajaran pengurus MTH.
Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab, penuh kekeluargaan, dan sarat makna. Lebih dari sekadar kunjungan resmi, momen tersebut menjadi ajang mempererat tali silaturahmi yang telah terjalin sejak lama, sekaligus memperkuat hubungan baik antara institusi kepolisian dan tokoh masyarakat.
[irp posts=”2521″ ]
Hubungan antara Bunda Indah dan Irjen Pol. Sonny Irawan diketahui telah terjalin jauh sebelum beliau mengemban amanah sebagai Kapolda Sumatera Utara. Bagi Bunda Indah, sosok Sonny Irawan dikenal sebagai pribadi yang rendah hati, berwibawa, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, serta memiliki dedikasi dalam menjaga keamanan dan ketenteraman masyarakat.

Kedekatan yang dibangun melalui hubungan baik tersebut menjadi fondasi penting dalam merawat komunikasi, memperkuat rasa saling percaya, serta membangun sinergi untuk kepentingan masyarakat luas.
Silaturahmi ini juga memperlihatkan bahwa hubungan antara aparat kepolisian dan tokoh masyarakat tidak hanya dibangun melalui tugas dan tanggung jawab kelembagaan, tetapi juga melalui komunikasi yang hangat, rasa saling menghormati, dan semangat kebersamaan.
Nama Bunda Indah telah dikenal melalui kiprahnya dalam berbagai kegiatan sosial, keagamaan, pemberdayaan perempuan, dan pembinaan masyarakat. Selain memimpin Majelis Ta’lim Halimah dan Rumah Komunikasi Lintas Agama, Bunda Indah juga menjalankan peran sebagai pembina dan penasihat di Bunda Foundation, Perempuan Indonesia Maju (PIM), serta sejumlah organisasi lainnya yang bergerak di bidang sosial dan kemasyarakatan.
Di bidang pelestarian budaya, Bunda Indah dikenal sebagai Pembina Berkebaya Pusat dan Hari Kebaya Nasional. Melalui peran tersebut, ia turut mendorong pelestarian kebaya sebagai warisan budaya bangsa sekaligus identitas perempuan Indonesia yang sarat nilai dan kebanggaan nasional.
Sementara itu, melalui RKLA, Bunda Indah aktif mendorong tumbuhnya semangat toleransi, dialog, persaudaraan, dan perdamaian di tengah keberagaman masyarakat. Berbagai kiprah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat persatuan serta membangun kehidupan sosial yang harmonis di Sumatera Utara.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Sumatera Utara turut memberikan apresiasi terhadap peran dan dedikasi Bunda Indah beserta jajaran organisasi yang dibinanya dalam mendukung kerukunan, ketenteraman, persatuan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Peran tokoh masyarakat, tokoh perempuan, dan pemimpin organisasi kemasyarakatan dinilai memiliki arti penting dalam menciptakan lingkungan yang damai dan kondusif. Komunikasi yang baik antara kepolisian dan berbagai elemen masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan serta memperkuat kepercayaan publik.
Melalui silaturahmi ini, hubungan yang telah terjalin diharapkan semakin erat dan mampu membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam berbagai kegiatan sosial, keagamaan, kemanusiaan, serta pemberdayaan masyarakat.
Bagi Sumatera Utara yang memiliki keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial, semangat saling menghormati dan menjaga persaudaraan merupakan modal penting untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan sejahtera.
Kunjungan Kapolda Sumut ke kediaman Bunda Indah menjadi gambaran bahwa silaturahmi memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar pertemuan. Di dalamnya terdapat nilai penghormatan, kepedulian, komunikasi, dan komitmen untuk terus menjaga hubungan baik.
Kedekatan yang telah terjalin sejak lama menjadi pengingat bahwa persaudaraan yang dirawat dengan ketulusan akan tetap memiliki tempat istimewa, sekalipun tanggung jawab dan amanah yang diemban terus berkembang. Dengan semangat kebersamaan tersebut, sinergi antara Polda Sumatera Utara, tokoh perempuan, tokoh agama, dan berbagai elemen masyarakat diharapkan terus tumbuh demi menjaga kerukunan serta mendukung kemajuan Sumatera Utara.
Sebab, keamanan bukan hanya tentang menjaga ketertiban, tetapi juga tentang merawat kepercayaan. Dan persatuan bukan sekadar kata-kata, melainkan ikatan yang tumbuh dari silaturahmi, kepedulian, serta hati yang saling menghargai. (Rafika)










