Laporan Nusantara – Medan //
Dalam era globalisasi digital yang kian pesat, keberanian media online dalam menyuarakan kebenaran menjadi kunci utama menghadapi tantangan penyebaran informasi yang tidak terkendali, terutama dari media sosial. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh wartawan senior Asyari Usman dalam acara “Ngobrol Pintar Bersama Jurnalis Senior Asyari Usman” yang digelar oleh DPW Ikatan Media Online Indonesia (IMO-Indonesia) Provinsi Sumatera Utara di VIP Room Mie Ayam Jamur Haji Mahmud, Jalan Abdullah Lubis No. 57/71, Medan, Jumat (20/9/2026).
Asyari Usman, mantan wartawan senior BBC London yang berpengalaman meliput Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, kini menjabat sebagai Pemimpin Umum Media Online Freedom News. Dalam diskusi yang dihadiri para pemilik dan pemimpin media online anggota IMO-Indonesia Sumatera Utara, Asyari menekankan pentingnya keberanian, pengetahuan hukum, verifikasi informasi, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas jurnalistik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Asyari, tantangan mengelola media online cukup kompleks, mulai dari regulasi pemerintah, keterbatasan anggaran, persaingan antarmedia, tekanan dari berbagai pihak, hingga akses informasi yang kadang sulit dijangkau. Namun, tantangan terberat yang harus dihadapi adalah berani menyampaikan kebenaran kepada masyarakat.
“Kita semua ini berada dalam satu profesi yang sama dengan tujuan membangun komunikasi efektif, menyebarkan informasi yang benar, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ujar Asyari.
Asyari juga menegaskan bahwa media online harus menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional tanpa mengabaikan etika, keselamatan, dan ketentuan hukum yang berlaku. Ia mengingatkan bahwa keberanian menyampaikan kebenaran bukan tanpa risiko, tetapi merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan demokrasi.
“Keberanian tersebut harus dibarengi dengan pemahaman hukum dan tanggung jawab agar media dapat menjadi pelindung independensi jurnalistik serta penyampai fakta yang akurat,” tambahnya.
Salah satu topik penting dalam diskusi adalah regulasi pemerintah yang berkaitan dengan kebebasan pers, termasuk pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Asyari menekankan bahwa praktik jurnalistik harus berlandaskan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan diimbangi dengan kompetensi yang memadai.
“Profesionalisme pers tidak boleh menjadi alasan pembatasan kebebasan pers secara sewenang-wenang. Kita harus menemukan keseimbangan antara menjaga kualitas jurnalistik dan memastikan kebebasan media tetap terjaga,” tuturnya.
Acara ini juga menjadi wadah bagi berbagai pemimpin media online di Sumatera Utara untuk berbagi pengalaman dan tantangan dalam mengelola media. Hadir antara lain H. Ahmad Nuar Erde (Ketua DPW IMO-Indonesia Sumatera Utara), Drs. Harun Al Rasyid (Sekretaris DPW IMO Sumatera Utara), Drs. Herland Pangabean, SH, Pemimpin Umum Media Online Multiproaktif.Com Drs. Herland Pangabean, SH (Wakil Ketua DPW IMO-Indonesia Provinsi Sumatera Utara). Pemimpin Umum Media Online Bicaranews,Com Hendri Loren Nainggolan (Wakil Ketua IMO-Indonesia Provinsi Sumatera Utara), Pemimpin Umum Media Online Metro One News Masri Effendi Siregar (Bendahara DPW IMO-Indonesia Provinsi Sumatera Utara), Pemimpin Umum Media Online Portal Swara.Com Bambang Sugiarto, ST (Wakil Sekretaris DPW IMO-Indonesia Provinsi Sumatera Utara), Pemimpin Umum Media Online Laporan Nusantara.Com, Rafika Duri (Biro Hukum dan Advokasi), Pemimpin Umum Media Online DetikKompas.com Johan Merdeka (Biro Pembinanan Anggota dan Organisasi), Pemimpin Redaksi Media Online Gosumut.Com Nurhalim Tanjung, dan tokoh-tokoh wartawan seperti Azrin Marydha, Maskur Abdulah, Darwan Sapta, Tengku Syahdan, Amirsyam, TGD Prabu Kresna Erde, Wida Narmi, dan Lani Adriani. dan sejumlah tokoh wartawan berpengalaman.
Diskusi interaktif ini mengajak semua peserta untuk saling berbagi langkah strategis yang dapat memperkuat integritas dan profesionalisme media online serta menjaga etika jurnalistik di tengah maraknya informasi digital.
Asyari Usman mengajak seluruh pengelola media untuk menjadikan forum ini sebagai ruang berharga memperkuat integritas, membangun jurnalisme yang independen, serta tetap berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.
“Jangan sampai kita hanya berbicara tanpa menghasilkan solusi konkret. Mari bersama-sama menjaga kualitas media online yang berani, profesional, dan bertanggung jawab,” tutup Asyari. (Rafika)














