Kategori: Medan

  • KRI Bung Karno-369 Dukung Kas Keliling BI, Perkuat Akses Rupiah bagi Masyarakat Kepulauan

    KRI Bung Karno-369 Dukung Kas Keliling BI, Perkuat Akses Rupiah bagi Masyarakat Kepulauan

    Laporan Nusantara – Belawan //

    Kehadiran negara di wilayah kepulauan tidak hanya diwujudkan melalui penjagaan keamanan laut, tetapi juga melalui dukungan nyata terhadap kebutuhan ekonomi masyarakat. Komitmen tersebut ditunjukkan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) I dengan melepas KRI Bung Karno-369 untuk mendukung kegiatan Layanan Kas Keliling Bank Indonesia (BI) di Dermaga Markas Komando Kodaeral I, Belawan, Sumatera Utara, Selasa (27/10/2026).

    Pelayaran ini merupakan bagian dari sinergi TNI Angkatan Laut dan Bank Indonesia dalam mendukung kelancaran distribusi uang Rupiah, khususnya ke wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) di Provinsi Sumatera Utara dan sekitarnya.

    Melalui dukungan unsur KRI Bung Karno-369, pendistribusian uang Rupiah diharapkan dapat berlangsung dengan aman dan lancar, sekaligus menjangkau masyarakat kepulauan yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan keuangan.

    [irp posts=”2782″ ]

    Kegiatan yang berlangsung pada 27 Oktober hingga 1 November 2026 tersebut menempuh rute pelayaran Belawan, Pulau Sembilan, Pulau Kampai, Pulau Pusong, Sabang, dan kembali ke Belawan. Rute ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan layanan kas agar ketersediaan uang Rupiah tetap terjaga hingga ke wilayah kepulauan.

    Bagi masyarakat di wilayah terpencil, ketersediaan uang tunai yang layak edar bukan sekadar kebutuhan transaksi, melainkan juga penopang aktivitas ekonomi sehari-hari. Uang Rupiah yang tersedia dalam jumlah memadai membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, menjalankan perdagangan, serta mendukung kelancaran berbagai kegiatan usaha lokal.

    Karena itu, dukungan KRI Bung Karno-369 memiliki arti penting dalam memperlancar jangkauan layanan keuangan ke daerah yang sulit diakses melalui jalur transportasi biasa. Kehadiran unsur TNI AL juga mencerminkan pemanfaatan kekuatan maritim untuk mendukung program pemerintah yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

    Lebih dari sekadar misi pelayaran, kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara TNI AL dan Bank Indonesia dalam menjaga kelancaran peredaran uang Rupiah di seluruh wilayah Indonesia. Sinergi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa laut bukanlah penghalang untuk menghadirkan pelayanan, melainkan jalur penghubung yang memperkuat pemerataan pembangunan. Melalui dukungan ini, Kodaeral I terus memperkuat peran TNI Angkatan Laut sebagai garda terdepan di wilayah maritim, baik dalam menjaga keamanan laut maupun mendukung berbagai kegiatan strategis yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

    Diharapkan, pelaksanaan Layanan Kas Keliling BI melalui dukungan KRI Bung Karno-369 dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah yang disinggahi, sekaligus memperkuat pemerataan akses keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Sinergi TNI AL dan Bank Indonesia ini menjadi gambaran bahwa kehadiran negara harus dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di pulau-pulau terluar. Dengan semangat pengabdian dan kerja sama, akses terhadap Rupiah diharapkan semakin merata sehingga roda perekonomian masyarakat kepulauan dapat terus bergerak. (RAFIKA)

  • Kodaeral I Koordinasikan Penanganan Tiga ABK Nelayan KM El Rayyan Tenggelam di Selat Malaka

    Kodaeral I Koordinasikan Penanganan Tiga ABK Nelayan KM El Rayyan Tenggelam di Selat Malaka

    Laporan Nusntara – Belawan //

    Kepedulian terhadap keselamatan nelayan kembali ditunjukkan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) I melalui Pos TNI AL (Posal) Pantai Labu dengan bergerak cepat menindaklanjuti laporan kecelakaan laut yang menimpa KM El Rayyan, kapal nelayan tradisional asal Desa Paluh Sibaji, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Kapal tersebut dilaporkan tenggelam setelah bertabrakan dengan kapal ikan tuna berbendera Taiwan bernama Ching Kuo Yu Fa Hao di perairan Selat Malaka, sekitar wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia, dekat Pulau Dato/Pulau Jarak, Rabu (28/10/2026).

    Berdasarkan informasi awal yang diterima, KM El Rayyan bertolak melaut pada Sabtu (24/10/2026) untuk mencari ikan. Namun, pada Rabu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, kapal mengalami kerusakan mesin hingga terombang-ambing di tengah laut. Sekitar pukul 03.00 WIB, kapal tersebut dilaporkan bertabrakan dengan kapal ikan tuna Ching Kuo Yu Fa Hao hingga akhirnya tenggelam. Hujan deras, gangguan mesin, serta minimnya penerangan pada kapal nelayan diduga menjadi sejumlah faktor yang menyebabkan KM El Rayyan sulit terlihat oleh kapal lain.

    Laporan kejadian diterima Bintara Jaga Posal Pantai Labu, Serda Bah Agus Wibawanto, pada pukul 08.30 WIB dari pemilik kapal, Antoni. Sebelumnya, salah seorang anak buah kapal (ABK), Siid, telah menghubungi pemilik kapal melalui sambungan telepon sekitar pukul 06.30 WIB untuk menyampaikan informasi kecelakaan tersebut. Di tengah situasi darurat itu, tiga ABK KM El Rayyan dilaporkan berhasil diselamatkan oleh awak kapal ikan tuna yang terlibat dalam insiden tersebut. Informasi ini menjadi perkembangan awal yang penting dalam proses penanganan kejadian, sementara kondisi terkini para korban masih menunggu konfirmasi resmi.

    [irp posts=”2551″ ]

    Menindaklanjuti laporan tersebut, Posal Pantai Labu segera meneruskan informasi kepada komando atas serta melakukan koordinasi dengan Basarnas Belawan, Basarnas Kabupaten Deli Serdang, nakhoda KM El Rayyan, dan perwakilan awak kapal Ching Kuo Yu Fa Hao. Koordinasi lintas instansi tersebut dilakukan untuk mendukung penanganan kejadian, memastikan informasi mengenai para korban dapat diverifikasi, serta mempersiapkan langkah-langkah yang diperlukan dalam proses evakuasi dan penanganan lanjutan.

    Sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat di laut, Kodaeral I juga mengoordinasikan kesiapan unsur terdekat yang tergabung dalam Operasi Garuda Jaya 26, yakni KAL Viper, untuk mendukung proses evakuasi sesuai perkembangan situasi dan hasil koordinasi dengan instansi terkait.

    Kodaeral I terus memantau perkembangan kejadian dan memperkuat komunikasi dengan seluruh unsur yang terlibat agar penanganan dapat berjalan secara terkoordinasi. Keselamatan para nelayan menjadi perhatian utama dalam setiap langkah yang dilakukan, dengan tetap mempertimbangkan kondisi perairan dan kebutuhan operasi di lapangan. Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan besarnya risiko yang dihadapi para nelayan tradisional saat melaut, terutama ketika menghadapi cuaca buruk, gangguan teknis kapal, dan keterbatasan sarana keselamatan.

    Melalui respons Posal Pantai Labu dan koordinasi bersama instansi terkait, TNI Angkatan Laut menegaskan komitmennya untuk hadir dalam mendukung penanganan keadaan darurat di wilayah perairan serta membantu menjaga keselamatan masyarakat maritim. Informasi lebih lanjut mengenai kondisi terkini ketiga ABK, proses evakuasi, dan perkembangan penanganan insiden akan disampaikan setelah diperoleh konfirmasi resmi dari pihak terkait.

     

  • OSN Berkelanjutan, Polsek Medan Tembung Pastikan Kawasan Bantaran Rel Kereta Api Bersih Dari Narkoba.

    OSN Berkelanjutan, Polsek Medan Tembung Pastikan Kawasan Bantaran Rel Kereta Api Bersih Dari Narkoba.

    Laporan Nusantara – Tembung //

    Polsek Medan Tembung kembali melaksanakan Operasi Sarang Narkoba (OSN) di kawasan Bantaran Rel Kereta Api Tembung, Senin (25/10/2026).

    Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen berkelanjutan pihak kepolisian dalam menjaga wilayah tetap bersih dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang merupakan program Quick Wins Kapolri.

    Personel yang diterjunkan melakukan pemantauan, pemeriksaan, dan pengawasan menyeluruh di titik-titik yang dinilai rawan. Langkah ini dilakukan secara rutin dan berulang agar kawasan tersebut tidak kembali dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

    [irp posts=”2380″ ]

    “Pengawasan tidak akan berhenti di sini. Kami akan terus berulang dan rutin melakukan pengecekan sampai masyarakat benar-benar merasa aman dan lokasi ini bersih sepenuhnya dari narkoba,” tegas Kanit Reskrim Iptu Parulian Sitanggang SH.

    Pihak kepolisian juga mengajak seluruh masyarakat untuk bekerja sama dan segera melaporkan Call Center 110 jika melihat aktivitas yang mencurigakan di lingkungan sekitar.

    Kerjasama antara kepolisian dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. (LN – Indra P)

  • PB Pendawa Indonesia dan Bank Sumut Jalin Kerja Sama, Dorong UMKM Naik Kelas dan Go Digital

    PB Pendawa Indonesia dan Bank Sumut Jalin Kerja Sama, Dorong UMKM Naik Kelas dan Go Digital

    Laporan Nusantara – Medan //

    Kabar baik bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penguatan ekonomi masyarakat terus mendapat perhatian melalui kolaborasi antara Pengurus Besar (PB) Pendawa Indonesia dan PT Bank Sumut yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM binaan Pendawa.

    Penandatanganan MoU tersebut berlangsung di Aula PT Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Jumat (23/10/2026). Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membuka peluang usaha yang lebih luas, memperkuat kemampuan pengelolaan bisnis, serta mendorong pelaku UMKM agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan digitalisasi. MoU ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PB Pendawa Indonesia, H. Ruslan, SH, bersama Direktur Utama PT Bank Sumut yang diwakili oleh Pimpinan Divisi Funding and Wealth Management, Muhammad Sadli. 

    Dalam sambutannya, Muhammad Sadli menyambut baik terjalinnya kerja sama antara Bank Sumut dan PB Pendawa Indonesia. Menurutnya, pengembangan UMKM membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak agar pelaku usaha mampu tumbuh serta mengikuti perubahan zaman. “Kerja sama peningkatan UMKM ini kiranya dapat membawa perbaikan ekonomi bagi pelaku UMKM binaan Pendawa. Bank Sumut akan selalu bertransformasi untuk membuat pelaku UMKM lebih maju sesuai kemajuan zaman,” ujar Sadli. 

    [irp posts=”2662″ ]

    Ia berharap kolaborasi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para pelaku usaha, sehingga mereka tidak hanya mampu mempertahankan usahanya, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berkembang, memperluas pasar, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. 

    Dukungan terhadap UMKM juga diharapkan dapat memperkuat semangat kewirausahaan masyarakat, terutama bagi mereka yang sedang merintis usaha dan ingin meningkatkan kualitas bisnisnya.

    Sementara itu, Ketua Umum PB Pendawa Indonesia, H. Ruslan, SH, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan Bank Sumut kepada UMKM binaan Pendawa. Ia menegaskan bahwa kerja sama tersebut harus dijaga dan dirawat dengan baik agar tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak positif bagi perkembangan usaha anggota. “Kerja sama yang kita lakukan ini bukan hanya seremonial, tapi harus kita sambut agar UMKM yang kita bina bisa berkembang ke depannya,” tegas Ruslan.

    [irp posts=”2637″ ]

    Menurutnya, pelaku UMKM harus terus meningkatkan kemampuan, berani berinovasi, serta terbuka terhadap perubahan. Dengan pendampingan, pengetahuan, dan akses yang tepat, UMKM diharapkan mampu menjadi usaha yang lebih kuat, mandiri, dan berdaya saing.

    Ruslan juga berharap sinergi antara Pendawa dan Bank Sumut dapat menjadi motivasi bagi para pelaku usaha untuk terus berjuang mengembangkan bisnisnya, meskipun menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Sebelum penandatanganan MoU, para pelaku UMKM binaan PB Pendawa Indonesia terlebih dahulu mengikuti sosialisasi mengenai pentingnya digitalisasi UMKM.

    Kegiatan ini dipandu oleh tim Bank Sumut yang terdiri atas Rini Maulisa, Pimpinan Departemen Merchant dan E-Bisnis; Fahmiza Irsyaf, Pimpinan Departemen Funding Prioritas dan Korporasi; serta Eko Cahyadi, Pimpinan Departemen Pembiayaan Multi Guna. Sosialisasi tersebut menjadi kesempatan bagi para peserta untuk memperluas wawasan mengenai pentingnya mengikuti perkembangan teknologi dalam menjalankan usaha.

    Di tengah persaingan bisnis yang semakin dinamis, digitalisasi menjadi salah satu bekal penting bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan pelayanan, memperluas jangkauan pemasaran, serta membuka peluang transaksi yang lebih praktis dan efisien. Dengan pemahaman yang semakin baik, pelaku UMKM diharapkan dapat lebih percaya diri dalam memanfaatkan peluang ekonomi digital dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.

    Kegiatan ini disambut dengan antusiasme dan rasa syukur oleh para pelaku UMKM binaan Pendawa. Bagi mereka, kerja sama ini bukan sekadar penandatanganan dokumen, melainkan sebuah harapan baru untuk memperluas kesempatan, meningkatkan pendapatan, dan membawa usaha ke tingkat yang lebih tinggi.

    Dewi, salah seorang yang menyampaikan harapannya terhadap pengembangan UMKM, mengungkapkan kebahagiaannya atas terjalinnya kolaborasi tersebut. Ia berharap kerja sama ini dapat membantu para pelaku usaha meningkatkan taraf hidup sekaligus mewujudkan cita-cita yang selama ini diperjuangkan.

    Menjadi pengusaha sukses bukanlah perjalanan yang instan. Dibutuhkan kerja keras, kedisiplinan, kreativitas, kemampuan mengelola keuangan, serta keberanian untuk terus belajar. Karena itu, dukungan melalui kolaborasi dan edukasi seperti ini diharapkan dapat menjadi salah satu bekal penting bagi UMKM untuk terus bertumbuh.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua UMKM PB Pendawa Indonesia, Rendy Rugeri Lubis, S.Kom; Sekretaris Jenderal PB Pendawa Indonesia, Edy Rianto, SE; Humas PB Pendawa Indonesia, Dedi Setiawan; serta jajaran pengurus Pendawa dari berbagai wilayah. Kehadiran para pengurus dan pelaku UMKM menunjukkan besarnya perhatian terhadap upaya pengembangan usaha masyarakat melalui kolaborasi, pendampingan, dan peningkatan keterampilan.

    Kerja sama PB Pendawa Indonesia dan Bank Sumut diharapkan menjadi awal dari berbagai langkah nyata untuk membantu UMKM tumbuh lebih profesional, memanfaatkan teknologi digital, memperluas jaringan usaha, dan meningkatkan daya saing.

    Pada akhirnya, kemajuan UMKM bukan hanya tentang besarnya omzet atau berkembangnya sebuah bisnis. Lebih dari itu, UMKM yang tumbuh juga membawa harapan bagi keluarga, membuka peluang kerja, dan menggerakkan perekonomian masyarakat.

    Dengan semangat kebersamaan dan dukungan yang berkelanjutan, para pelaku UMKM binaan Pendawa diharapkan semakin berani bermimpi, tekun berusaha, dan melangkah maju dari usaha kecil menuju bisnis yang lebih besar, mandiri, dan membanggakan. UMKM naik kelas, ekonomi keluarga semakin kuat, dan cita-cita menjadi pengusaha sukses bukan lagi sekadar impian, tetapi tujuan yang terus diperjuangkan bersama. (Rafika)

  • Kapolres Binjai laksanakan Jumat Keliling di Masjid An-Nur, Ajak Jemaah Jaga Kamtibmas

    Kapolres Binjai laksanakan Jumat Keliling di Masjid An-Nur, Ajak Jemaah Jaga Kamtibmas

    Laporan Nusantara – Binjai //

    Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., melaksanakan kegiatan Jumat Keliling di Masjid An-Nur, Jalan Veteran, Kelurahan Tangsi, Kecamatan Binjai Kota, Jumat (23/10/2026).

    Kegiatan tersebut turut didampingi Wakapolres Binjai Kompol Sofyan Helmi Nst., S.H., M.H., serta para pejabat utama (PJU) Polres Binjai.

    Kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat Jumat bersama sekitar 300 jemaah. Usai salat, Kapolres Binjai menyampaikan imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kepada para jemaah yang hadir.

    Dalam penyampaiannya, Kapolres mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif, serta memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang tertib dan harmonis.

    [irp posts=”2690″ ]

    Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada jemaah untuk menyampaikan aspirasi dan pertanyaan terkait situasi kamtibmas. Kapolres Binjai menanggapi langsung dua pertanyaan yang disampaikan jemaah sebagai bentuk keterbukaan dan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

    Melalui kegiatan Jumat Keliling ini, diharapkan hubungan silaturahmi dan kemitraan antara Polri, tokoh agama, serta masyarakat semakin erat. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 13.20 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. (Rafika)

  • Jumat Barokah Polsek Medan Baru, 200 Bungkus Nasi Hadirkan Senyum dan Harapan bagi Masyarakat

    Jumat Barokah Polsek Medan Baru, 200 Bungkus Nasi Hadirkan Senyum dan Harapan bagi Masyarakat

    Laporan Nusantara – Medan //

    Kepedulian tidak selalu harus diwujudkan dengan sesuatu yang besar. Terkadang, sebungkus nasi yang diberikan dengan tulus mampu menghadirkan kebahagiaan, menguatkan semangat, dan menjadi pengingat bahwa masih ada orang-orang yang peduli terhadap sesama.

    Semangat itulah yang tercermin dalam kegiatan Jumat Barokah yang dilaksanakan Kapolsek Medan Baru, Bambang Gunanti, SH, MH, bersama personel Polsek Medan Baru di Jalan Nibung Raya, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Jumat (23/10/2026).

    Sebanyak 200 bungkus nasi lengkap dengan lauk-pauk dibagikan kepada masyarakat, termasuk abang becak, petugas parkir, petugas kebersihan, serta warga yang beraktivitas di sekitar lokasi.

    [irp posts=”2699″ ]

    Bantuan tersebut disalurkan setelah salat Jumat melalui pengurus setempat, dengan melibatkan Panit II Binmas, personel lalu lintas, dan Bhabinkamtibmas Polsek Medan Baru.

    Sebungkus Nasi, Sejuta Makna Kepedulian

    Di balik aktivitas sehari-hari, ada banyak masyarakat yang harus bekerja keras sejak pagi demi memenuhi kebutuhan keluarga. Ada yang mengayuh becak, mengatur kendaraan, membersihkan lingkungan, hingga menghabiskan waktu berjam-jam di jalanan untuk mencari nafkah.

    Bagi mereka, perhatian sederhana seperti sebungkus nasi bukan sekadar makanan untuk mengisi perut. Lebih dari itu, ada pesan kemanusiaan yang tersampaikan: mereka tidak sendiri, dan perjuangan mereka tetap mendapat perhatian.

    [irp posts=”2699″ ]

    Senyum dan rasa syukur yang muncul dari penerima bantuan menjadi pengingat bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari sesuatu yang mahal. Terkadang, kepedulian kecil justru meninggalkan kesan mendalam di hati orang yang menerimanya.

    Salah seorang petugas parkir yang akrab disapa Ucok bersama Ny. Beru Tarigan menyampaikan kegembiraannya atas kegiatan Jumat Barokah yang rutin dilaksanakan Polsek Medan Baru.

    Mereka mengapresiasi perhatian yang diberikan kepada masyarakat, terutama para pekerja yang setiap hari berjuang mencari nafkah.

    Menghidupkan Kesadaran untuk Saling Berbagi

    Kegiatan ini membawa pesan bahwa berbagi bukan hanya tentang seberapa banyak yang diberikan, melainkan seberapa tulus seseorang ingin membantu sesamanya.

    [irp posts=”2380″ ]

    Tidak semua orang memiliki kemampuan untuk memberikan bantuan dalam jumlah besar. Namun, setiap orang memiliki kesempatan untuk berbuat baik sesuai kemampuan masing-masing, baik melalui makanan, tenaga, waktu, perhatian, maupun kepedulian sederhana.

    Di tengah kehidupan yang semakin sibuk, semangat berbagi perlu terus ditumbuhkan agar masyarakat tidak kehilangan rasa empati terhadap orang-orang di sekitarnya.

    Sebab, ketika seseorang mampu melihat kesulitan orang lain dan tergerak untuk membantu, di situlah nilai kemanusiaan benar-benar hidup.

    Jumat Barokah juga menjadi contoh bahwa kepedulian sosial dapat dilakukan oleh siapa saja, mulai dari lingkungan keluarga, tetangga, komunitas, organisasi, hingga institusi pelayanan publik.

    Kehadiran personel Polsek Medan Baru dalam kegiatan sosial tersebut menunjukkan bahwa kedekatan antara polisi dan masyarakat dapat dibangun melalui komunikasi, pelayanan, serta tindakan nyata yang memberikan manfaat.

    Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, salah satu tugas pokok Polri adalah memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

    Melalui kegiatan Jumat Barokah, semangat pelayanan yang humanis diwujudkan dalam bentuk kepedulian sosial yang dapat dirasakan langsung oleh warga.

    Kepercayaan masyarakat tidak hanya dibangun melalui kata-kata, tetapi juga melalui sikap, ketulusan, dan konsistensi dalam menjalankan pengabdian.

    Jangan Tunggu Berlebih untuk Mulai Berbagi

    Kegiatan pembagian 200 bungkus nasi tersebut menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak harus menunggu seseorang menjadi kaya atau memiliki kelebihan harta.

    Ketika memiliki rezeki lebih, sisihkan untuk membantu sesama. Ketika belum mampu memberi materi, hadirkan perhatian dan kepedulian. Sebab, bantuan yang diberikan dengan ikhlas dapat menjadi penguat bagi seseorang yang sedang menghadapi kesulitan.

    Bayangkan jika setiap orang bersedia melakukan satu kebaikan sederhana setiap hari. Ada lebih banyak orang yang terbantu, lebih banyak senyum yang tercipta, dan lebih banyak hati yang merasa dihargai.

    Semangat inilah yang patut dirawat bersama, agar kepedulian tidak hanya hadir pada hari Jumat, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

    Pada akhirnya, nilai sebuah pengabdian bukan semata-mata diukur dari besarnya kegiatan yang dilakukan, melainkan dari manfaat yang dirasakan oleh masyarakat.

    Jumat Barokah mengajarkan bahwa sebungkus nasi mungkin sederhana bagi yang memberi, tetapi bisa sangat berarti bagi mereka yang menerima.

    Karena sesungguhnya, tangan yang memberi tidak akan kehilangan kemuliaannya, dan hati yang peduli akan selalu menemukan alasan untuk berbagi.

    “Kebaikan tidak harus menunggu kaya. Sebab, selama hati masih memiliki kepedulian, selalu ada jalan untuk berbagi dan menghadirkan kebahagiaan bagi sesama.” (Rafika)

  • Zainul Anwar Ajak Generasi Muda Medan Hidup Sehat dan Jauhi Narkoba

    Zainul Anwar Ajak Generasi Muda Medan Hidup Sehat dan Jauhi Narkoba

    Laporan Nusantara – Medan // 

    Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Medan, Zainul Anwar, SM, mengajak generasi muda untuk menerapkan pola hidup sehat, menjaga diri dari pergaulan negatif, serta menjauhi penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan.

    Ajakan tersebut disampaikannya dalam pernyataan pers di Zsafa Kupi, Jalan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Kamis (22/10/2026). Ia menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman serius bagi kesehatan, mental, pendidikan, dan masa depan generasi muda.

    “Generasi muda harus berani mengatakan tidak terhadap narkoba. Jangan sampai masa depan yang cerah hancur

    hanya karena salah memilih pergaulan. Jaga diri, jaga kesehatan, dan fokuslah meraih cita-cita,” tegas Zainul.

    [irp posts=”2567″ ]

    Menurutnya, upaya mencegah penyalahgunaan narkoba harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan pendidikan, dan masyarakat. Anak muda perlu mengisi waktu dengan kegiatan positif, seperti berolahraga, memperdalam ilmu pengetahuan, mengikuti kegiatan keagamaan, serta aktif dalam organisasi sosial dan kepemudaan.

    Ia juga mengingatkan agar generasi muda tidak mudah terpengaruh ajakan teman untuk mencoba narkoba, meskipun hanya sekali. Berani menolak ajakan negatif merupakan bentuk kepedulian terhadap diri sendiri dan orang-orang yang menyayangi mereka.

    “Pilihlah teman yang membawa pengaruh baik. Kalau ada teman yang mengajak menggunakan narkoba, jangan takut menolak. Lebih baik kehilangan pergaulan yang buruk daripada kehilangan masa depan,” ujarnya.

    Zainul turut mengapresiasi langkah tegas Polri dalam memberantas peredaran narkoba di Kota Medan. Namun, ia berharap upaya tersebut dilakukan secara konsisten, profesional, dan berkelanjutan, serta didukung oleh BNN, TNI, pemerintah, keluarga, dan seluruh elemen masyarakat.

    Ia menilai, pemberantasan narkoba tidak cukup hanya melalui penindakan hukum, tetapi juga harus disertai edukasi, pencegahan sejak dini, pendampingan keluarga, serta rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba sesuai ketentuan yang berlaku.

    “Jangan hanya mengandalkan aparat. Orang tua harus mengawasi dan membimbing anak-anaknya, sekolah memberikan edukasi, dan masyarakat ikut menjaga lingkungan. Jika ada yang terjerat narkoba, bantu mencari pertolongan yang tepat agar mereka bisa pulih dan memperbaiki masa depannya,” tambahnya.

    Zainul berharap generasi muda Kota Medan tumbuh menjadi generasi yang sehat, berprestasi, berakhlak baik, dan bebas dari narkoba sehingga mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah. Jaga diri, jauhi narkoba, pilih pergaulan yang sehat, dan raih masa depan dengan prestasi,” pungkasnya. (Rafika)

  • Perkuat Sinergi dan Kualitas SDM, Kepala Imigrasi Belawan Hadiri Silaturahmi Pengurus DPW Pendawa Sumut 2025–2030

    Perkuat Sinergi dan Kualitas SDM, Kepala Imigrasi Belawan Hadiri Silaturahmi Pengurus DPW Pendawa Sumut 2025–2030

    Laporan Nusantara – Medan //

    Semangat kebersamaan, kolaborasi, dan penguatan peran organisasi kemasyarakatan menjadi pesan utama dalam kegiatan perkenalan dan silaturahmi Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Pendawa Sumatera Utara periode 2025–2030. Kegiatan yang berlangsung di Aula Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumatera Utara, Jalan Gatot Subroto, Medan, Minggu (18/10/2026), turut dihadiri Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Eko Yudis Parlin Rajagukguk.

    Kehadiran Kepala Kantor Imigrasi Belawan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antarlembaga sekaligus membangun komunikasi yang positif dengan berbagai elemen masyarakat. Sinergi yang kuat antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan diharapkan mampu membuka ruang kolaborasi yang produktif, mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembacaan doa, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta Mars Pendawa oleh Srikandi Kota Medan. Suasana kebersamaan semakin terasa saat pengurus baru DPW Pendawa Sumatera Utara periode 2025–2030 diperkenalkan, disusul pemberian ucapan selamat dan sesi foto bersama.

    [irp posts=”2662″ ]

    Ketua DPW Pendawa Sumatera Utara, Dr. Adlan, S.Pd., M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa amanah organisasi harus dijalankan dengan penuh integritas, tanggung jawab, dan komitmen. Ia berharap seluruh pengurus yang baru dapat bekerja secara optimal, menjaga kepercayaan yang diberikan, serta menghadirkan kontribusi positif bagi kemajuan organisasi dan masyarakat.

    Menurutnya, organisasi yang kuat tidak hanya dibangun melalui struktur kepengurusan, tetapi juga melalui kualitas sumber daya manusia, semangat pengabdian, dan kesediaan setiap anggota untuk terus belajar serta berkembang.

    Sementara itu, Ketua Umum PB Pendawa Indonesia, H. Ruslan, mengajak seluruh keluarga besar Pendawa Indonesia, khususnya di Sumatera Utara, untuk terus memelihara semangat kekeluargaan dan kebersamaan. Ia berharap kepengurusan yang baru dapat saling mendukung, memperkuat solidaritas, dan bergerak bersama dalam mewujudkan organisasi yang semakin maju, solid, serta mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

    Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Kesbangpol Medan, Dr. Mulyono, yang mewakili Gubernur Sumatera Utara. Ia menyampaikan apresiasi atas perkembangan Pendawa Sumatera Utara dan berharap seluruh pengurus serta anggota senantiasa menjaga kekompakan, membangun komunikasi yang baik, dan menyelaraskan langkah demi mendukung keberlanjutan organisasi.

    [irp posts=”2313″ ]

    Dalam keterangannya kepada awak media, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Eko Yudis Parlin Rajagukguk, menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan bentuk partisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan sekaligus langkah untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat sinergi antara instansi pemerintah dengan organisasi kemasyarakatan.

    Menurut Eko, hubungan yang harmonis menjadi fondasi penting dalam membangun komunikasi, memperluas kolaborasi, serta menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik. “Imigrasi senantiasa terbuka untuk membangun hubungan baik dan berkolaborasi secara positif dengan berbagai elemen masyarakat. Kami percaya, komunikasi yang terjalin dengan baik akan membuka peluang kerja sama yang bermanfaat, sekaligus memperkuat kedekatan antara institusi pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.

    Ia menambahkan, penguatan sinergi lintas sektor juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang produktif, inklusif, dan memiliki semangat untuk terus berkembang. Melalui interaksi dan kolaborasi yang berkelanjutan, setiap unsur masyarakat diharapkan dapat mengambil peran dalam meningkatkan kapasitas diri serta mendorong kemajuan bersama.

    Komitmen tersebut sejalan dengan semangat Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, melalui slogan “Imigrasi untuk Rakyat.” Bagi Imigrasi, pelayanan yang baik tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas keimigrasian secara profesional, tetapi juga melalui sikap humanis, keterbukaan terhadap masyarakat, serta kesediaan membangun hubungan yang saling mendukung dengan berbagai pemangku kepentingan.

    “Kami berkomitmen untuk terus membangun hubungan yang harmonis dengan berbagai elemen masyarakat serta memberikan pelayanan keimigrasian yang profesional dan humanis. Melalui sinergi yang baik, kami berharap Imigrasi dapat semakin dekat dengan masyarakat,” tegas Eko.

    Partisipasi Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata upaya memperkuat hubungan dengan masyarakat dan pemangku kepentingan lintas sektor.

    Kolaborasi yang terbangun diharapkan tidak berhenti pada kegiatan silaturahmi, tetapi terus berkembang menjadi komunikasi yang produktif, pertukaran gagasan, serta kerja sama yang mendorong peningkatan kualitas SDM dan kontribusi sosial yang berkelanjutan.

    Dengan semangat kebersamaan, integritas, dan pengabdian, Imigrasi Belawan terus berupaya menghadirkan pelayanan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Sinergi yang kuat, SDM yang berkualitas, dan pelayanan yang berintegritas merupakan fondasi penting untuk membangun kepercayaan publik serta mewujudkan Imigrasi yang semakin dekat dengan rakyat. (Rafika)

     

  • H. Ruslan, Jadikan Pendawa Rumah Persaudaraan, Hadir Membawa Manfaat bagi Masyarakat

    H. Ruslan, Jadikan Pendawa Rumah Persaudaraan, Hadir Membawa Manfaat bagi Masyarakat

    Laporan Nusantar – Medan //

    Persaudaraan bukan sekadar berkumpul, melainkan tentang kepedulian, ketulusan, dan kesediaan untuk hadir ketika sesama membutuhkan. Semangat inilah yang menjadi pesan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Pendawa Indonesia, H. Ruslan, S.H., kepada Ketua DPW Pendawa Sumatera Utara, Dr. H. Adlan, S.Pd., M.M., beserta seluruh jajaran pengurus periode 2026–2030.

    Dalam momentum pelantikan dan silaturahmi pengurus di Aula Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Sumatera Utara, Medan, Minggu (18/10/2026), H. Ruslan menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan agar Pendawa Sumut semakin solid, maju, dan dekat di hati masyarakat. “Selamat dan sukses kepada Ketua DPW Pendawa Sumut beserta seluruh jajaran pengurus. Semoga amanah ini dijalankan dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan semangat pengabdian. Jadikan Pendawa sebagai rumah besar persaudaraan yang selalu hadir membawa manfaat bagi masyarakat,” pesannya.

    H. Ruslan menegaskan, kebesaran organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya anggota atau meriahnya kegiatan, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat. Ia berharap pengurus mampu menjaga kekompakan, memperkuat komunikasi, serta mengesampingkan kepentingan pribadi demi kemajuan organisasi dan kepentingan bersama.

    “Pendawa jangan hanya besar dalam nama, tetapi besar dalam karya, kuat dalam persaudaraan, dan nyata dalam pengabdian. Di mana ada masyarakat yang membutuhkan, di situlah Pendawa harus hadir membawa kepedulian,” tegasnya.

    [irp posts=”2637″ ]

    Menurutnya, Pendawa juga harus menjadi perekat persatuan di tengah keberagaman Sumatera Utara dengan menjunjung tinggi toleransi, gotong royong, dan rasa hormat antarsesama.

    Sementara itu, Ketua DPW Pendawa Sumut, Dr. H. Adlan, S.Pd., M.M., menyatakan kesiapannya untuk memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke tingkat kabupaten/kota dan basis masyarakat.

    “Soliditas kepengurusan menjadi modal penting untuk menjalankan program organisasi serta memperluas peran Pendawa dalam kegiatan sosial kemasyarakatan,” ujar Adlan.

    Dukungan terhadap program Pendawa Sumut turut disampaikan perwakilan Gubernur Sumatera Utara melalui Bakesbangpol Sumut, Dr. Ir. Muliono, S.T., M.Si. Ia berharap Pendawa mampu menjaga nilai-nilai budaya, menghormati perbedaan, serta membangun kolaborasi positif bagi kemajuan daerah.

    Kegiatan tersebut diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Pendawa oleh Srikandi Pendawa Kota Medan, serta penyerahan cendera mata sebagai bentuk penghargaan dan mempererat tali persaudaraan.

    Sejumlah tokoh dan undangan turut hadir dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Sumatera Utara tersebut. Di antaranya Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI, Eko Yudis Parlin Rajagukguk; Konsul Kehormatan Republik Korea Selatan, Dr. Parlindungan Purba, S.H., M.M.; perwakilan pengembangan UMKM wilayah Sumatera Utara, Binsar M. Simatupang, S.E., M.M.; AKBP Hartono, M.M., yang mewakili Kapolda Sumatera Utara; serta perwakilan Bakesbangpol Kota Medan, Andi Mario Siregar, AP, S.Sos., M.Sp.

    Kegiatan ini juga dihadiri jajaran pengurus DPC Pendawa dari berbagai daerah di Sumatera Utara, di antaranya Medan, Tebing Tinggi, Deli Serdang, Binjai, Mandailing Natal (Madina), dan Simalungun.

    Kehadiran para pengurus daerah menjadi wujud semangat kebersamaan untuk mempererat silaturahmi, memperkuat komunikasi, serta menyatukan langkah dalam menjalankan program organisasi.

    Melalui momentum ini, Pendawa Sumut diharapkan semakin solid dan mampu membangun sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, sekaligus memperluas kontribusi dalam kegiatan sosial dan pengabdian kepada masyarakat.

    Memasuki periode 2026–2030, DPW Pendawa Sumut diharapkan mampu menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, mulai dari kegiatan sosial, pemberdayaan UMKM, kepedulian terhadap sesama, hingga pelestarian budaya.

    Pada akhirnya, organisasi yang dicintai bukan hanya organisasi yang namanya dikenal luas, melainkan yang kehadirannya memberikan ketenangan, pertolongannya membawa harapan, dan kepeduliannya meninggalkan kesan mendalam.

    Sebab, persaudaraan sejati bukan hanya tentang berjalan bersama saat bahagia, tetapi juga tentang tetap hadir ketika saudara dan masyarakat membutuhkan.

    Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, Pendawa diharapkan terus tumbuh menjadi rumah persaudaraan yang terbuka, mengayomi, dan memberikan manfaat bagi semua. Pendawa Jaya! Pendawa Solid! Persaudaraan Tanpa Batas, Pengabdian Tanpa Henti! (Rafika)

  • Kabut Asap Ancam Kesehatan Pelajar, Disdik Sumut Berlakukan PJJ hingga 21 Oktober – Anak-Anak Terpaksa Belajar di Tengah Asap

    Kabut Asap Ancam Kesehatan Pelajar, Disdik Sumut Berlakukan PJJ hingga 21 Oktober – Anak-Anak Terpaksa Belajar di Tengah Asap

    Laporan Nusantara – Medan //

    Langit Medan yang biasanya biru kini kelam tertutup kabut asap. Bukan sekadar pemandangan yang hilang, tapi juga tawa ceria anak-anak di halaman sekolah. Dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang semakin pekat memaksa ribuan pelajar di Sumatera Utara harus kembali belajar dari rumah.

    Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara (Disdik Sumut) akhirnya mengambil langkah pahit. Melalui Surat Edaran Nomor: 400.3/106/DISDIK/X/2026 yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Alexander Sinulingga, Kamis (15/10/2026), seluruh sekolah di Sumut diimbau menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mulai 16 hingga 21 Oktober 2026.

    Keputusan ini merupakan tindak lanjut Instruksi Gubernur Sumatera Utara demi melindungi peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan dari bahaya paparan polusi udara yang kian mengkhawatirkan.

    [irp posts=”2608″ ]

    Kebijakan ini mencakup semua jenjang, mulai dari PAUD/TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK dan SLB sederajat. Kelas-kelas yang biasanya ramai kini sunyi. Anak-anak yang seharusnya bermain dan belajar bersama teman-temannya, kini harus terkurung di dalam rumah, menatap layar gawai dengan latar belakang langit yang berasap.

    Selama PJJ, guru diimbau tidak membebani siswa dengan tugas berlebihan. Materi disampaikan secara proporsional melalui platform digital. Guru dan tenaga kependidikan pun diarahkan bekerja dari rumah (WFH).

    Disdik Sumut juga memohon peran orang tua untuk mengawasi anak-anak, memastikan mereka tetap belajar, dan yang paling penting, melarang mereka bermain di luar rumah selama udara masih beracun.

    [irp posts=”2424″ ]

    “Kami ingin anak-anak aman. Kesehatan mereka prioritas,” tulis dalam edaran tersebut. Namun di balik kalimat itu, tersirat keprihatinan mendalam atas kondisi yang memaksa generasi penerus bangsa kehilangan haknya untuk menghirup udara bersih dan belajar di sekolah.

    Kepala satuan pendidikan diwajibkan memantau pelaksanaan PJJ dan melapor secara berkala. Evaluasi akan terus dilakukan melihat indeks kualitas udara yang belum menunjukkan perbaikan.

    Menindaklanjuti edaran provinsi, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I (Medan – Deli Serdang), David Eltom Nainggolan, http://S.STP., http://M.SP., mengaku tengah menyiapkan edaran teknis untuk seluruh SMA/SMK/SLB negeri dan swasta.

    Sebelumnya kami sudah mengimbau pihak sekolah agar para siswa dan guru wajib menggunakan masker sebagai langkah antisipasi awal terhadap dampak asap kebakaran hutan, ujar David saat dikonfirmasi  Kamis malam (15/10/2026). “Malam ini sedang kami siapkan surat dari Cabang Dinas Wilayah I ke sekolah-sekolah. Pelaksanaan PJJ dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 16 Oktober hingga 21 Oktober 2026,” ungkapnya.

    Kini, masyarakat hanya bisa berharap. Berharap hujan segera turun, asap segera hilang, dan tawa anak-anak kembali terdengar di halaman sekolah. Karena tidak ada yang lebih menyedihkan daripada melihat anak-anak kehilangan masa bermainnya karena ulah asap yang tidak pernah mereka buat. (Rafika)