Kategori: Laporan Warga

  • PB Pendawa Indonesia dan Bank Sumut Jalin Kerja Sama, Dorong UMKM Naik Kelas dan Go Digital

    PB Pendawa Indonesia dan Bank Sumut Jalin Kerja Sama, Dorong UMKM Naik Kelas dan Go Digital

    Laporan Nusantara – Medan //

    Kabar baik bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penguatan ekonomi masyarakat terus mendapat perhatian melalui kolaborasi antara Pengurus Besar (PB) Pendawa Indonesia dan PT Bank Sumut yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM binaan Pendawa.

    Penandatanganan MoU tersebut berlangsung di Aula PT Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Jumat (23/10/2026). Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membuka peluang usaha yang lebih luas, memperkuat kemampuan pengelolaan bisnis, serta mendorong pelaku UMKM agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan digitalisasi. MoU ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PB Pendawa Indonesia, H. Ruslan, SH, bersama Direktur Utama PT Bank Sumut yang diwakili oleh Pimpinan Divisi Funding and Wealth Management, Muhammad Sadli. 

    Dalam sambutannya, Muhammad Sadli menyambut baik terjalinnya kerja sama antara Bank Sumut dan PB Pendawa Indonesia. Menurutnya, pengembangan UMKM membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak agar pelaku usaha mampu tumbuh serta mengikuti perubahan zaman. “Kerja sama peningkatan UMKM ini kiranya dapat membawa perbaikan ekonomi bagi pelaku UMKM binaan Pendawa. Bank Sumut akan selalu bertransformasi untuk membuat pelaku UMKM lebih maju sesuai kemajuan zaman,” ujar Sadli. 

    [irp posts=”2662″ ]

    Ia berharap kolaborasi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para pelaku usaha, sehingga mereka tidak hanya mampu mempertahankan usahanya, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berkembang, memperluas pasar, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. 

    Dukungan terhadap UMKM juga diharapkan dapat memperkuat semangat kewirausahaan masyarakat, terutama bagi mereka yang sedang merintis usaha dan ingin meningkatkan kualitas bisnisnya.

    Sementara itu, Ketua Umum PB Pendawa Indonesia, H. Ruslan, SH, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan Bank Sumut kepada UMKM binaan Pendawa. Ia menegaskan bahwa kerja sama tersebut harus dijaga dan dirawat dengan baik agar tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak positif bagi perkembangan usaha anggota. “Kerja sama yang kita lakukan ini bukan hanya seremonial, tapi harus kita sambut agar UMKM yang kita bina bisa berkembang ke depannya,” tegas Ruslan.

    [irp posts=”2637″ ]

    Menurutnya, pelaku UMKM harus terus meningkatkan kemampuan, berani berinovasi, serta terbuka terhadap perubahan. Dengan pendampingan, pengetahuan, dan akses yang tepat, UMKM diharapkan mampu menjadi usaha yang lebih kuat, mandiri, dan berdaya saing.

    Ruslan juga berharap sinergi antara Pendawa dan Bank Sumut dapat menjadi motivasi bagi para pelaku usaha untuk terus berjuang mengembangkan bisnisnya, meskipun menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Sebelum penandatanganan MoU, para pelaku UMKM binaan PB Pendawa Indonesia terlebih dahulu mengikuti sosialisasi mengenai pentingnya digitalisasi UMKM.

    Kegiatan ini dipandu oleh tim Bank Sumut yang terdiri atas Rini Maulisa, Pimpinan Departemen Merchant dan E-Bisnis; Fahmiza Irsyaf, Pimpinan Departemen Funding Prioritas dan Korporasi; serta Eko Cahyadi, Pimpinan Departemen Pembiayaan Multi Guna. Sosialisasi tersebut menjadi kesempatan bagi para peserta untuk memperluas wawasan mengenai pentingnya mengikuti perkembangan teknologi dalam menjalankan usaha.

    Di tengah persaingan bisnis yang semakin dinamis, digitalisasi menjadi salah satu bekal penting bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan pelayanan, memperluas jangkauan pemasaran, serta membuka peluang transaksi yang lebih praktis dan efisien. Dengan pemahaman yang semakin baik, pelaku UMKM diharapkan dapat lebih percaya diri dalam memanfaatkan peluang ekonomi digital dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.

    Kegiatan ini disambut dengan antusiasme dan rasa syukur oleh para pelaku UMKM binaan Pendawa. Bagi mereka, kerja sama ini bukan sekadar penandatanganan dokumen, melainkan sebuah harapan baru untuk memperluas kesempatan, meningkatkan pendapatan, dan membawa usaha ke tingkat yang lebih tinggi.

    Dewi, salah seorang yang menyampaikan harapannya terhadap pengembangan UMKM, mengungkapkan kebahagiaannya atas terjalinnya kolaborasi tersebut. Ia berharap kerja sama ini dapat membantu para pelaku usaha meningkatkan taraf hidup sekaligus mewujudkan cita-cita yang selama ini diperjuangkan.

    Menjadi pengusaha sukses bukanlah perjalanan yang instan. Dibutuhkan kerja keras, kedisiplinan, kreativitas, kemampuan mengelola keuangan, serta keberanian untuk terus belajar. Karena itu, dukungan melalui kolaborasi dan edukasi seperti ini diharapkan dapat menjadi salah satu bekal penting bagi UMKM untuk terus bertumbuh.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua UMKM PB Pendawa Indonesia, Rendy Rugeri Lubis, S.Kom; Sekretaris Jenderal PB Pendawa Indonesia, Edy Rianto, SE; Humas PB Pendawa Indonesia, Dedi Setiawan; serta jajaran pengurus Pendawa dari berbagai wilayah. Kehadiran para pengurus dan pelaku UMKM menunjukkan besarnya perhatian terhadap upaya pengembangan usaha masyarakat melalui kolaborasi, pendampingan, dan peningkatan keterampilan.

    Kerja sama PB Pendawa Indonesia dan Bank Sumut diharapkan menjadi awal dari berbagai langkah nyata untuk membantu UMKM tumbuh lebih profesional, memanfaatkan teknologi digital, memperluas jaringan usaha, dan meningkatkan daya saing.

    Pada akhirnya, kemajuan UMKM bukan hanya tentang besarnya omzet atau berkembangnya sebuah bisnis. Lebih dari itu, UMKM yang tumbuh juga membawa harapan bagi keluarga, membuka peluang kerja, dan menggerakkan perekonomian masyarakat.

    Dengan semangat kebersamaan dan dukungan yang berkelanjutan, para pelaku UMKM binaan Pendawa diharapkan semakin berani bermimpi, tekun berusaha, dan melangkah maju dari usaha kecil menuju bisnis yang lebih besar, mandiri, dan membanggakan. UMKM naik kelas, ekonomi keluarga semakin kuat, dan cita-cita menjadi pengusaha sukses bukan lagi sekadar impian, tetapi tujuan yang terus diperjuangkan bersama. (Rafika)

  • Zainul Anwar Ajak Generasi Muda Medan Hidup Sehat dan Jauhi Narkoba

    Zainul Anwar Ajak Generasi Muda Medan Hidup Sehat dan Jauhi Narkoba

    Laporan Nusantara – Medan // 

    Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Medan, Zainul Anwar, SM, mengajak generasi muda untuk menerapkan pola hidup sehat, menjaga diri dari pergaulan negatif, serta menjauhi penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan.

    Ajakan tersebut disampaikannya dalam pernyataan pers di Zsafa Kupi, Jalan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Kamis (22/10/2026). Ia menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman serius bagi kesehatan, mental, pendidikan, dan masa depan generasi muda.

    “Generasi muda harus berani mengatakan tidak terhadap narkoba. Jangan sampai masa depan yang cerah hancur

    hanya karena salah memilih pergaulan. Jaga diri, jaga kesehatan, dan fokuslah meraih cita-cita,” tegas Zainul.

    [irp posts=”2567″ ]

    Menurutnya, upaya mencegah penyalahgunaan narkoba harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan pendidikan, dan masyarakat. Anak muda perlu mengisi waktu dengan kegiatan positif, seperti berolahraga, memperdalam ilmu pengetahuan, mengikuti kegiatan keagamaan, serta aktif dalam organisasi sosial dan kepemudaan.

    Ia juga mengingatkan agar generasi muda tidak mudah terpengaruh ajakan teman untuk mencoba narkoba, meskipun hanya sekali. Berani menolak ajakan negatif merupakan bentuk kepedulian terhadap diri sendiri dan orang-orang yang menyayangi mereka.

    “Pilihlah teman yang membawa pengaruh baik. Kalau ada teman yang mengajak menggunakan narkoba, jangan takut menolak. Lebih baik kehilangan pergaulan yang buruk daripada kehilangan masa depan,” ujarnya.

    Zainul turut mengapresiasi langkah tegas Polri dalam memberantas peredaran narkoba di Kota Medan. Namun, ia berharap upaya tersebut dilakukan secara konsisten, profesional, dan berkelanjutan, serta didukung oleh BNN, TNI, pemerintah, keluarga, dan seluruh elemen masyarakat.

    Ia menilai, pemberantasan narkoba tidak cukup hanya melalui penindakan hukum, tetapi juga harus disertai edukasi, pencegahan sejak dini, pendampingan keluarga, serta rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba sesuai ketentuan yang berlaku.

    “Jangan hanya mengandalkan aparat. Orang tua harus mengawasi dan membimbing anak-anaknya, sekolah memberikan edukasi, dan masyarakat ikut menjaga lingkungan. Jika ada yang terjerat narkoba, bantu mencari pertolongan yang tepat agar mereka bisa pulih dan memperbaiki masa depannya,” tambahnya.

    Zainul berharap generasi muda Kota Medan tumbuh menjadi generasi yang sehat, berprestasi, berakhlak baik, dan bebas dari narkoba sehingga mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah. Jaga diri, jauhi narkoba, pilih pergaulan yang sehat, dan raih masa depan dengan prestasi,” pungkasnya. (Rafika)

  • Kopdar Kolaborasi Sunmori Karhel Bersama 8 Wilayah, Pererat Silaturahmi dan Matangkan Agenda Liburan ke Pantai Sinansal Tongging

    Kopdar Kolaborasi Sunmori Karhel Bersama 8 Wilayah, Pererat Silaturahmi dan Matangkan Agenda Liburan ke Pantai Sinansal Tongging

    Laporan Nusantara – Tembung //

    Kebersamaan bukan sekadar tentang berkumpul, melainkan tentang bagaimana sebuah pertemuan mampu mempererat persaudaraan, menumbuhkan rasa kekeluargaan, dan menghadirkan kerinduan untuk kembali bersama. Semangat inilah yang terasa dalam kegiatan kopdar kolaborasi Sunmori Karhel bersama delapan wilayah Sunmori yang berlangsung di Tito & Resto, Jalan Besar Tembung, Pasar 7, pada Minggu, 18 Oktober 2026.

    Kegiatan ini menjadi momentum istimewa bagi para ketua wilayah dan anggota untuk saling bersilaturahmi, memperkuat komunikasi, serta membangun kekompakan dan keharmonisan antarsesama anggota. Lebih dari sekadar pertemuan komunitas, kopdar ini menjadi ruang untuk merawat persaudaraan yang telah terjalin agar semakin erat dan terus tumbuh dari waktu ke waktu.

    Delapan wilayah Sunmori yang hadir dalam kegiaan tersebut, yakni Sunmori Karhel, Sunmori Tamora, Sunmori Binjai, Sunmori Tembung, Sunmori Asahan, Sunmori 3M1B, Sunmori Padang Bulan, serta Sunmori Johor Maimun Tuntungan.

    [irp posts=”1899″ ]

    Kehadiran perwakilan dari masing-masing wilayah menambah hangat suasana pertemuan. Canda, obrolan, dan semangat kebersamaan menjadi bagian dari momen yang mempertemukan banyak saudara dalam satu tujuan, yaitu menjaga silaturahmi dan membangun komunitas yang semakin solid.

    Selain menjadi ajang mempererat hubungan kekeluargaan, kopdar kolaborasi ini juga membahas persiapan agenda liburan bersama delapan wilayah Sunmori ke Pantai Sinansal, Tongging, yang direncanakan berlangsung pada Minggu, 8 November 2026. Agenda liburan kolaborasi tersebut telah dibentuk sejak Juli 2026. Dengan mengusung semangat kebersamaan lintas wilayah, kegiatan ini menargetkan keikutsertaan sebanyak 300 peserta.

    Target tersebut bukan hanya tentang jumlah anggota yang akan hadir, tetapi juga menjadi harapan untuk menghadirkan sebuah perjalanan penuh cerita, kebahagiaan, dan kenangan yang dapat dirasakan bersama. Melalui agenda ini, setiap wilayah diharapkan dapat saling mendukung, bekerja sama, dan mengambil bagian dalam menyukseskan kegiatan yang telah direncanakan.

    Persiapan yang dibahas dalam kopdar menjadi salah satu langkah penting agar agenda liburan nantinya dapat berjalan dengan baik. Koordinasi dan komunikasi antarpengurus serta anggota diharapkan terus terjaga, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat dipersiapkan dengan semangat gotong royong dan rasa tanggung jawab bersama.

    Ketua Sunmori Karhel, Reza Fauzan, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada seluruh wilayah yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan berkolaborasi dalam kegiatan tersebut. Ia berharap, pertemuan seperti ini tidak berhenti sebagai agenda sesaat, tetapi dapat terus dilaksanakan dan menjadi bagian dari perjalanan kebersamaan seluruh wilayah Sunmori.

    “Terima kasih kepada seluruh wilayah yang telah hadir dan meluangkan waktu untuk berkolaborasi bersama Sunmori Karhel. Semoga kegiatan positif seperti ini dapat terus kita jalankan ke depannya dengan lebih baik, sehingga silaturahmi semakin erat, kekompakan semakin kuat, dan rasa kekeluargaan di antara kita tetap terjaga,” demikian pesan yang disampaikan Reza Fauzan.

    Baginya, kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan seperti ini merupakan modal penting untuk menjaga hubungan baik antarkomunitas. Sebab, komunitas yang kuat bukan hanya terlihat ketika mengadakan kegiatan besar, tetapi juga dari kepedulian, komunikasi, dan kemauan setiap anggotanya untuk terus menjaga persaudaraan.

    Kopdar kolaborasi delapan wilayah Sunmori ini menjadi pengingat bahwa perbedaan wilayah bukanlah batas untuk menjalin kedekatan. Justru melalui pertemuan, komunikasi, dan kegiatan bersama, hubungan yang awalnya terjalin antarkomunitas dapat berkembang menjadi ikatan kekeluargaan yang lebih hangat.

    Harapannya, semangat kolaborasi ini terus terjaga, tidak hanya dalam agenda liburan ke Pantai Sinansal Tongging pada 8 November mendatang, tetapi juga dalam berbagai kegiatan positif lainnya di masa depan.

    Sebab, pada akhirnya, yang membuat sebuah perjalanan terasa istimewa bukan hanya tempat yang dituju, melainkan siapa saja yang berjalan bersama. Tawa yang dibagikan, cerita yang dikenang, dan persaudaraan yang terus dirawat akan menjadi bagian dari kenangan yang selalu dirindukan.

    Sunmori bukan sekadar tentang perjalanan di jalan raya, tetapi juga tentang perjalanan membangun persaudaraan. Sekali bertemu menjadi saudara, terus bersama dalam kebersamaan. Semoga kolaborasi delapan wilayah Sunmori semakin solid, semakin harmonis, dan sukses menyukseskan agenda liburan bersama dengan semangat kekeluargaan yang selalu terjaga. Salam satu aspal, salam silaturahmi, dan salam persaudaraan! (Rafika)

  • H. Ruslan, Jadikan Pendawa Rumah Persaudaraan, Hadir Membawa Manfaat bagi Masyarakat

    H. Ruslan, Jadikan Pendawa Rumah Persaudaraan, Hadir Membawa Manfaat bagi Masyarakat

    Laporan Nusantar – Medan //

    Persaudaraan bukan sekadar berkumpul, melainkan tentang kepedulian, ketulusan, dan kesediaan untuk hadir ketika sesama membutuhkan. Semangat inilah yang menjadi pesan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Pendawa Indonesia, H. Ruslan, S.H., kepada Ketua DPW Pendawa Sumatera Utara, Dr. H. Adlan, S.Pd., M.M., beserta seluruh jajaran pengurus periode 2026–2030.

    Dalam momentum pelantikan dan silaturahmi pengurus di Aula Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Sumatera Utara, Medan, Minggu (18/10/2026), H. Ruslan menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan agar Pendawa Sumut semakin solid, maju, dan dekat di hati masyarakat. “Selamat dan sukses kepada Ketua DPW Pendawa Sumut beserta seluruh jajaran pengurus. Semoga amanah ini dijalankan dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan semangat pengabdian. Jadikan Pendawa sebagai rumah besar persaudaraan yang selalu hadir membawa manfaat bagi masyarakat,” pesannya.

    H. Ruslan menegaskan, kebesaran organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya anggota atau meriahnya kegiatan, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat. Ia berharap pengurus mampu menjaga kekompakan, memperkuat komunikasi, serta mengesampingkan kepentingan pribadi demi kemajuan organisasi dan kepentingan bersama.

    “Pendawa jangan hanya besar dalam nama, tetapi besar dalam karya, kuat dalam persaudaraan, dan nyata dalam pengabdian. Di mana ada masyarakat yang membutuhkan, di situlah Pendawa harus hadir membawa kepedulian,” tegasnya.

    [irp posts=”2637″ ]

    Menurutnya, Pendawa juga harus menjadi perekat persatuan di tengah keberagaman Sumatera Utara dengan menjunjung tinggi toleransi, gotong royong, dan rasa hormat antarsesama.

    Sementara itu, Ketua DPW Pendawa Sumut, Dr. H. Adlan, S.Pd., M.M., menyatakan kesiapannya untuk memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke tingkat kabupaten/kota dan basis masyarakat.

    “Soliditas kepengurusan menjadi modal penting untuk menjalankan program organisasi serta memperluas peran Pendawa dalam kegiatan sosial kemasyarakatan,” ujar Adlan.

    Dukungan terhadap program Pendawa Sumut turut disampaikan perwakilan Gubernur Sumatera Utara melalui Bakesbangpol Sumut, Dr. Ir. Muliono, S.T., M.Si. Ia berharap Pendawa mampu menjaga nilai-nilai budaya, menghormati perbedaan, serta membangun kolaborasi positif bagi kemajuan daerah.

    Kegiatan tersebut diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Pendawa oleh Srikandi Pendawa Kota Medan, serta penyerahan cendera mata sebagai bentuk penghargaan dan mempererat tali persaudaraan.

    Sejumlah tokoh dan undangan turut hadir dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Sumatera Utara tersebut. Di antaranya Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI, Eko Yudis Parlin Rajagukguk; Konsul Kehormatan Republik Korea Selatan, Dr. Parlindungan Purba, S.H., M.M.; perwakilan pengembangan UMKM wilayah Sumatera Utara, Binsar M. Simatupang, S.E., M.M.; AKBP Hartono, M.M., yang mewakili Kapolda Sumatera Utara; serta perwakilan Bakesbangpol Kota Medan, Andi Mario Siregar, AP, S.Sos., M.Sp.

    Kegiatan ini juga dihadiri jajaran pengurus DPC Pendawa dari berbagai daerah di Sumatera Utara, di antaranya Medan, Tebing Tinggi, Deli Serdang, Binjai, Mandailing Natal (Madina), dan Simalungun.

    Kehadiran para pengurus daerah menjadi wujud semangat kebersamaan untuk mempererat silaturahmi, memperkuat komunikasi, serta menyatukan langkah dalam menjalankan program organisasi.

    Melalui momentum ini, Pendawa Sumut diharapkan semakin solid dan mampu membangun sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, sekaligus memperluas kontribusi dalam kegiatan sosial dan pengabdian kepada masyarakat.

    Memasuki periode 2026–2030, DPW Pendawa Sumut diharapkan mampu menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, mulai dari kegiatan sosial, pemberdayaan UMKM, kepedulian terhadap sesama, hingga pelestarian budaya.

    Pada akhirnya, organisasi yang dicintai bukan hanya organisasi yang namanya dikenal luas, melainkan yang kehadirannya memberikan ketenangan, pertolongannya membawa harapan, dan kepeduliannya meninggalkan kesan mendalam.

    Sebab, persaudaraan sejati bukan hanya tentang berjalan bersama saat bahagia, tetapi juga tentang tetap hadir ketika saudara dan masyarakat membutuhkan.

    Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, Pendawa diharapkan terus tumbuh menjadi rumah persaudaraan yang terbuka, mengayomi, dan memberikan manfaat bagi semua. Pendawa Jaya! Pendawa Solid! Persaudaraan Tanpa Batas, Pengabdian Tanpa Henti! (Rafika)

  • Kabut Asap Ancam Kesehatan Pelajar, Disdik Sumut Berlakukan PJJ hingga 21 Oktober – Anak-Anak Terpaksa Belajar di Tengah Asap

    Kabut Asap Ancam Kesehatan Pelajar, Disdik Sumut Berlakukan PJJ hingga 21 Oktober – Anak-Anak Terpaksa Belajar di Tengah Asap

    Laporan Nusantara – Medan //

    Langit Medan yang biasanya biru kini kelam tertutup kabut asap. Bukan sekadar pemandangan yang hilang, tapi juga tawa ceria anak-anak di halaman sekolah. Dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang semakin pekat memaksa ribuan pelajar di Sumatera Utara harus kembali belajar dari rumah.

    Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara (Disdik Sumut) akhirnya mengambil langkah pahit. Melalui Surat Edaran Nomor: 400.3/106/DISDIK/X/2026 yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Alexander Sinulingga, Kamis (15/10/2026), seluruh sekolah di Sumut diimbau menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mulai 16 hingga 21 Oktober 2026.

    Keputusan ini merupakan tindak lanjut Instruksi Gubernur Sumatera Utara demi melindungi peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan dari bahaya paparan polusi udara yang kian mengkhawatirkan.

    [irp posts=”2608″ ]

    Kebijakan ini mencakup semua jenjang, mulai dari PAUD/TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK dan SLB sederajat. Kelas-kelas yang biasanya ramai kini sunyi. Anak-anak yang seharusnya bermain dan belajar bersama teman-temannya, kini harus terkurung di dalam rumah, menatap layar gawai dengan latar belakang langit yang berasap.

    Selama PJJ, guru diimbau tidak membebani siswa dengan tugas berlebihan. Materi disampaikan secara proporsional melalui platform digital. Guru dan tenaga kependidikan pun diarahkan bekerja dari rumah (WFH).

    Disdik Sumut juga memohon peran orang tua untuk mengawasi anak-anak, memastikan mereka tetap belajar, dan yang paling penting, melarang mereka bermain di luar rumah selama udara masih beracun.

    [irp posts=”2424″ ]

    “Kami ingin anak-anak aman. Kesehatan mereka prioritas,” tulis dalam edaran tersebut. Namun di balik kalimat itu, tersirat keprihatinan mendalam atas kondisi yang memaksa generasi penerus bangsa kehilangan haknya untuk menghirup udara bersih dan belajar di sekolah.

    Kepala satuan pendidikan diwajibkan memantau pelaksanaan PJJ dan melapor secara berkala. Evaluasi akan terus dilakukan melihat indeks kualitas udara yang belum menunjukkan perbaikan.

    Menindaklanjuti edaran provinsi, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I (Medan – Deli Serdang), David Eltom Nainggolan, http://S.STP., http://M.SP., mengaku tengah menyiapkan edaran teknis untuk seluruh SMA/SMK/SLB negeri dan swasta.

    Sebelumnya kami sudah mengimbau pihak sekolah agar para siswa dan guru wajib menggunakan masker sebagai langkah antisipasi awal terhadap dampak asap kebakaran hutan, ujar David saat dikonfirmasi  Kamis malam (15/10/2026). “Malam ini sedang kami siapkan surat dari Cabang Dinas Wilayah I ke sekolah-sekolah. Pelaksanaan PJJ dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 16 Oktober hingga 21 Oktober 2026,” ungkapnya.

    Kini, masyarakat hanya bisa berharap. Berharap hujan segera turun, asap segera hilang, dan tawa anak-anak kembali terdengar di halaman sekolah. Karena tidak ada yang lebih menyedihkan daripada melihat anak-anak kehilangan masa bermainnya karena ulah asap yang tidak pernah mereka buat. (Rafika)

  • Penuh Kehangatan dan Nuansa Kekeluargaan, Kapolda Sumut Irjen Pol. Sonny Irawan Silaturahmi ke Kediaman Bunda Indah

    Penuh Kehangatan dan Nuansa Kekeluargaan, Kapolda Sumut Irjen Pol. Sonny Irawan Silaturahmi ke Kediaman Bunda Indah

    Laporan Nusantara – Medan //

    Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kunjungan resmi Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., ke kediaman Bunda Indah, tokoh nasional perempuan yang dikenal aktif dalam kegiatan sosial, keagamaan, pemberdayaan perempuan, dan kerukunan antarumat beragama. Kunjungan tersebut berlangsung di Komplek Bumi Seroja Permai, Jalan Gagak Hitam (Ringroad), Medan, Kamis (15/10/2026).

    Kedatangan orang nomor satu di jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Utara itu disambut langsung oleh Bunda Indah, selaku Pimpinan Majelis Ta’lim Halimah (MTH) sekaligus Ketua Umum Rumah Komunikasi Lintas Agama (RKLA), bersama jajaran pengurus MTH.

    Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab, penuh kekeluargaan, dan sarat makna. Lebih dari sekadar kunjungan resmi, momen tersebut menjadi ajang mempererat tali silaturahmi yang telah terjalin sejak lama, sekaligus memperkuat hubungan baik antara institusi kepolisian dan tokoh masyarakat.

    [irp posts=”2521″ ]

    Hubungan antara Bunda Indah dan Irjen Pol. Sonny Irawan diketahui telah terjalin jauh sebelum beliau mengemban amanah sebagai Kapolda Sumatera Utara. Bagi Bunda Indah, sosok Sonny Irawan dikenal sebagai pribadi yang rendah hati, berwibawa, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, serta memiliki dedikasi dalam menjaga keamanan dan ketenteraman masyarakat.

    Kedekatan yang dibangun melalui hubungan baik tersebut menjadi fondasi penting dalam merawat komunikasi, memperkuat rasa saling percaya, serta membangun sinergi untuk kepentingan masyarakat luas.

    Silaturahmi ini juga memperlihatkan bahwa hubungan antara aparat kepolisian dan tokoh masyarakat tidak hanya dibangun melalui tugas dan tanggung jawab kelembagaan, tetapi juga melalui komunikasi yang hangat, rasa saling menghormati, dan semangat kebersamaan.

    Nama Bunda Indah telah dikenal melalui kiprahnya dalam berbagai kegiatan sosial, keagamaan, pemberdayaan perempuan, dan pembinaan masyarakat. Selain memimpin Majelis Ta’lim Halimah dan Rumah Komunikasi Lintas Agama, Bunda Indah juga menjalankan peran sebagai pembina dan penasihat di Bunda Foundation, Perempuan Indonesia Maju (PIM), serta sejumlah organisasi lainnya yang bergerak di bidang sosial dan kemasyarakatan.

    Di bidang pelestarian budaya, Bunda Indah dikenal sebagai Pembina Berkebaya Pusat dan Hari Kebaya Nasional. Melalui peran tersebut, ia turut mendorong pelestarian kebaya sebagai warisan budaya bangsa sekaligus identitas perempuan Indonesia yang sarat nilai dan kebanggaan nasional.

    Sementara itu, melalui RKLA, Bunda Indah aktif mendorong tumbuhnya semangat toleransi, dialog, persaudaraan, dan perdamaian di tengah keberagaman masyarakat. Berbagai kiprah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat persatuan serta membangun kehidupan sosial yang harmonis di Sumatera Utara.

    Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Sumatera Utara turut memberikan apresiasi terhadap peran dan dedikasi Bunda Indah beserta jajaran organisasi yang dibinanya dalam mendukung kerukunan, ketenteraman, persatuan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

    Peran tokoh masyarakat, tokoh perempuan, dan pemimpin organisasi kemasyarakatan dinilai memiliki arti penting dalam menciptakan lingkungan yang damai dan kondusif. Komunikasi yang baik antara kepolisian dan berbagai elemen masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan serta memperkuat kepercayaan publik.

    Melalui silaturahmi ini, hubungan yang telah terjalin diharapkan semakin erat dan mampu membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam berbagai kegiatan sosial, keagamaan, kemanusiaan, serta pemberdayaan masyarakat.

    Bagi Sumatera Utara yang memiliki keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial, semangat saling menghormati dan menjaga persaudaraan merupakan modal penting untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan sejahtera.

    Kunjungan Kapolda Sumut ke kediaman Bunda Indah menjadi gambaran bahwa silaturahmi memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar pertemuan. Di dalamnya terdapat nilai penghormatan, kepedulian, komunikasi, dan komitmen untuk terus menjaga hubungan baik.

    Kedekatan yang telah terjalin sejak lama menjadi pengingat bahwa persaudaraan yang dirawat dengan ketulusan akan tetap memiliki tempat istimewa, sekalipun tanggung jawab dan amanah yang diemban terus berkembang. Dengan semangat kebersamaan tersebut, sinergi antara Polda Sumatera Utara, tokoh perempuan, tokoh agama, dan berbagai elemen masyarakat diharapkan terus tumbuh demi menjaga kerukunan serta mendukung kemajuan Sumatera Utara.

    Sebab, keamanan bukan hanya tentang menjaga ketertiban, tetapi juga tentang merawat kepercayaan. Dan persatuan bukan sekadar kata-kata, melainkan ikatan yang tumbuh dari silaturahmi, kepedulian, serta hati yang saling menghargai. (Rafika)

  • DPW Pendawa Sumut Gelar Silaturahmi dan Perkenalan Pengurus, Tekankan Tertib Organisasi

    DPW Pendawa Sumut Gelar Silaturahmi dan Perkenalan Pengurus, Tekankan Tertib Organisasi

    Laporan Nusantara – Medan //

    Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Pendawa Sumatera Utara akan menggelar acara silaturahmi dan perkenalan pengurus pada Minggu, 18 Oktober 2026, pukul 14.00 WIB. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Aula Nusantara, Bakesbangpol Sumut, Jalan Gatot Subroto, Medan.

    Acara ini menjadi momentum penting bagi DPW Pendawa Sumut untuk memperkuat konsolidasi internal, membangun soliditas kepengurusan, sekaligus memperkenalkan eksistensi organisasi kepada masyarakat luas dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumatera Utara.

    Pelaksanaan kegiatan akan dipandu langsung oleh Pengurus Besar (PB) Pendawa Indonesia sebagai bagian dari upaya menegakkan tertib organisasi dan memperkuat peran paguyuban Pendawa di tengah masyarakat. 

    [irp posts=”2527″ ]

    Ketua Umum PB Pendawa Indonesia, H. Ruslan, SH, menegaskan bahwa silaturahmi dan perkenalan pengurus bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian penting dalam membangun organisasi yang tertata, solid, dan memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat.

    Menurut Ruslan, keberadaan organisasi paguyuban perlu disosialisasikan secara luas agar masyarakat maupun unsur Forkopimda mengetahui eksistensi serta peran Pendawa Sumatera Utara. “Perkenalan pengurus ini merupakan bagian dari pelaksanaan tertib organisasi paguyuban Pendawa. Eksistensinya perlu disosialisasikan agar masyarakat dan Forkopimda Sumut mengetahui keberadaan organisasi Pendawa,” ujar Ruslan, Jumat (16/10/2026).

    Ia juga mengajak seluruh jajaran pengurus dan anggota Pendawa untuk senantiasa menjaga semangat persaudaraan, mempererat kebersamaan, serta membangun komunikasi yang harmonis dalam menjalankan roda organisasi. “Mari kita bangun terus semangat persaudaraan dan kebersamaan, sehingga kehadiran Pendawa Sumut dapat memberikan manfaat bagi sesama,” tambahnya.

    Ruslan berharap, melalui kegiatan ini, seluruh pengurus DPW Pendawa Sumut semakin memahami tanggung jawab organisasi dan mampu menjalankan program kerja secara terarah, dengan tetap mengedepankan nilai-nilai persaudaraan, solidaritas, dan kepedulian sosial.

    Selain memperkuat hubungan internal, kegiatan silaturahmi tersebut juga diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas komunikasi dan kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat serta pemangku kepentingan di Sumatera Utara.

    Dengan semangat kebersamaan dan tertib organisasi, DPW Pendawa Sumut diharapkan semakin solid dalam menjalankan roda organisasi, memperkuat eksistensi paguyuban, serta memberikan kontribusi positif bagi pembangunan dan kehidupan sosial masyarakat Sumatera Utara. Silaturahmi sebagai perekat persaudaraan, tertib organisasi sebagai fondasi, dan kepedulian sosial sebagai wujud nyata kehadiran Pendawa di tengah masyarakat. (Rafika)

  • Gerakan BONAR Indonesia Ucapkan Selamat kepada Hendri Yanto Sitorus, Pimpin Golkar Labura 2025–2030

    Gerakan BONAR Indonesia Ucapkan Selamat kepada Hendri Yanto Sitorus, Pimpin Golkar Labura 2025–2030

    Laporan Nusantara – Medan //

    Jajaran pimpinan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan BONAR Indonesia menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada Hendri Yanto Sitorus atas terpilihnya sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) periode 2025–2030.

    Ucapan tersebut disampaikan langsung Ketua Umum DPP Gerakan BONAR Indonesia, Octo Gabriel Manimbo Simangunsong, S.H., bersama Sekretaris Jenderal Henry Rianto Hartono Pakpahan, S.H., M.H., dan Bendahara Umum Jonatan Sitompul, S.T., di Medan, Rabu (14/10/2026).

    Hendri Yanto Sitorus terpilih dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-V Partai Golkar Kabupaten Labuhanbatu Utara yang berlangsung di Aek Kanopan, Selasa (13/10/2026). 

    [irp posts=”2530″ ]

    Pimpinan DPP Gerakan BONAR Indonesia berharap, di bawah kepemimpinan Hendri, Partai Golkar Labura semakin solid, mampu memperkuat konsolidasi internal, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

    Mereka juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang berintegritas, terbuka, dan bertanggung jawab dalam memperjuangkan aspirasi rakyat.

    Selain menjabat Ketua DPD Partai Golkar Labura, Hendri Yanto Sitorus diketahui juga mengemban amanah sebagai Penasehat DPP Gerakan BONAR Indonesia.

    Dukungan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus harapan agar Hendri mampu menjalankan amanah dengan baik, mempererat persatuan, dan membangun sinergi dengan berbagai elemen masyarakat demi kemajuan Kabupaten Labuhanbatu Utara. DPP Gerakan BONAR Indonesia berharap kepemimpinan baru ini menjadi momentum memperkuat soliditas organisasi dan mendorong peran politik yang positif bagi masyarakat. (LN-Fik)

  • Memprihatinkan! Jembatan Gantung Penghubung Dua Desa di Sibiru-biru Rusak Parah, Warga Harap Uluran Tangan Pemerintah

    Memprihatinkan! Jembatan Gantung Penghubung Dua Desa di Sibiru-biru Rusak Parah, Warga Harap Uluran Tangan Pemerintah

    Laporan Nusantara –DELI SERDANG //

    Di tengah aktivitas masyarakat yang terus berjalan, sebuah jembatan gantung penghubung Desa Namo Suro Lama dan Desa Namo Tualang, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang, kini berada dalam kondisi memprihatinkan. Jembatan yang menjadi akses penting bagi warga tersebut dikhawatirkan dapat memicu kecelakaan apabila tidak segera mendapat perhatian dan perbaikan.

    Setiap hari, jembatan ini dilintasi masyarakat untuk menjalankan berbagai aktivitas, mulai dari anak-anak yang berangkat ke sekolah hingga warga yang membawa hasil pertanian. Namun, kondisi jembatan yang rusak membuat perjalanan sehari-hari menjadi penuh kekhawatiran, terutama ketika hujan turun dan debit air sungai meningkat.

    Warga mengaku masih dihantui rasa cemas setelah jembatan tersebut nyaris terdampak parah akibat banjir bandang sebelumnya. Mereka khawatir, jika tidak segera diperbaiki, akses penghubung antardesa itu bisa semakin rusak dan membahayakan keselamatan pengguna. “Kalau hujan, kami cemas luar biasa. Jembatan ini hampir hilang diterjang banjir bandang kemarin. Tapi belum ada perhatian serius dari Pemkab,” ujar seorang warga.

    [irp posts=”2530″ ]

    Jenari (43), warga Namo Tualang, mengungkapkan bahwa jembatan tersebut dibangun melalui swadaya masyarakat. Keberadaannya sangat berarti bagi warga karena menjadi jalur yang mempercepat mobilitas antara kedua desa senin (12 oktober 2026). Tanpa jembatan tersebut, warga harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh melalui Kecamatan Delitua untuk menuju Sibiru-biru. Kondisi ini tentu menambah waktu perjalanan sekaligus biaya transportasi masyarakat.

    Bagi warga, jembatan itu bukan sekadar sarana penyeberangan. Lebih dari itu, jembatan menjadi penghubung kehidupan sosial, pendidikan, dan ekonomi masyarakat yang selama ini bergantung pada akses tersebut.

    Kondisi jembatan yang belum memadai juga menjadi perhatian Kepala Desa Namo Suro Baru, Janial Ginting. Ia menyatakan dukungannya terhadap pembangunan jembatan permanen agar masyarakat dapat melintas dengan lebih aman dan nyaman. “Anak sekolah lewat sini setiap hari dengan rasa takut. Hasil ladang juga sulit dibawa kalau jembatan seperti ini terus. Kami sangat berharap adanya perhatian Pemkab Deli Serdang dengan kondisi jembatan yang memprihatinkan,” tegasnya.

    Kondisi ini menggambarkan betapa pentingnya infrastruktur yang layak bagi kehidupan masyarakat di wilayah perdesaan. Kerusakan jembatan tidak hanya menyulitkan perjalanan, tetapi juga berpotensi menghambat kegiatan belajar anak-anak, distribusi hasil pertanian, serta aktivitas ekonomi warga.

    Masyarakat berharap Bupati Deli Serdang beserta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera meninjau langsung kondisi jembatan gantung tersebut. Mereka menginginkan adanya langkah nyata untuk menilai tingkat kerusakan dan menentukan penanganan yang diperlukan, termasuk kemungkinan pembangunan jembatan permanen.

    Warga juga berharap aspirasi yang disampaikan tidak berhenti pada laporan semata, tetapi ditindaklanjuti dengan pemeriksaan teknis, langkah pengamanan, serta rencana perbaikan yang jelas. Sambil menunggu penanganan, kondisi jembatan perlu menjadi perhatian bersama. Keselamatan pengguna, khususnya anak-anak sekolah dan warga yang setiap hari bergantung pada akses tersebut, harus menjadi prioritas.

    Jembatan gantung penghubung Desa Namo Suro Lama dan Desa Namo Tualang menjadi gambaran nyata kebutuhan infrastruktur yang layak di tengah masyarakat. Warga tidak sekadar mengharapkan sebuah bangunan baru, tetapi juga kepastian akses yang aman untuk bekerja, bersekolah, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

    Masyarakat berharap pemerintah daerah, instansi terkait, serta pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan desa dapat bersama-sama mencari solusi atas persoalan ini. Infrastruktur yang aman bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan mendasar masyarakat. Jangan sampai warga harus terus mempertaruhkan keselamatan hanya untuk menyeberangi sungai dan menjalankan aktivitas sehari-hari.

    Harapan warga kini tertuju pada langkah nyata agar jembatan tersebut segera mendapat penanganan yang layak. Sebab, di balik jembatan yang rusak itu, ada anak-anak yang ingin sampai ke sekolah dengan selamat, petani yang ingin membawa hasil ladangnya, dan masyarakat yang mendambakan akses kehidupan yang lebih baik. (Rafika/Tim)

  • PPP Medan Targetkan 5 Kursi DPRD pada Pemilu 2029, Zainul Anwar Perkuat Konsolidasi

    PPP Medan Targetkan 5 Kursi DPRD pada Pemilu 2029, Zainul Anwar Perkuat Konsolidasi

    Laporan Nusantara – Medan // 

    Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Medan, Zainul Anwar, SE, menargetkan perolehan lima kursi DPRD Kota Medan pada Pemilu 2029. Target tersebut menjadi bagian dari upaya membangkitkan kembali kejayaan partai berlambang Ka’bah.

    Hal itu disampaikan Zainul saat menggelar Musyawarah Kerja Cabang (Mukercab) sekaligus launching Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PAC dan ranting PPP se-Kota Medan di Z Safa Kopi, Jalan Adi Sucipto, Medan Polonia, Sabtu (10/10/2026).

    Di hadapan Ketua DPW PPP Sumatera Utara, Dr. H. Sarmadan Nur Siregar, dan jajaran pengurus, Zainul menegaskan pentingnya konsolidasi organisasi serta program kerja yang bermanfaat bagi masyarakat.

    [irp posts=”2514″ ]

    “Ke depan, kita akan membangun program-program kerja yang bermanfaat bagi masyarakat dan kembali mengangkat marwah PPP. Kita juga akan terus berkonsolidasi dan bersosialisasi agar PPP semakin dicintai masyarakat,” ujar Zainul.

    Sementara itu, Ketua DPW PPP Sumut, Dr. H. Sarmadan Nur Siregar, menekankan pentingnya memperkuat kepengurusan dengan merangkul berbagai potensi umat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

    Ia juga mendorong pendidikan politik yang berintegritas bagi generasi muda serta penguatan ekonomi kerakyatan dan pelestarian seni budaya.

    Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan penyerahan SK Koordinator Kecamatan (Korcam).

    Melalui Mukercab dan launching Musancab ini, PPP Kota Medan berharap semakin solid, memperluas kedekatan dengan masyarakat, dan mewujudkan target lima kursi DPRD pada Pemilu 2029. (Fika)