Kabut Asap Ancam Kesehatan Pelajar, Disdik Sumut Berlakukan PJJ hingga 21 Oktober – Anak-Anak Terpaksa Belajar di Tengah Asap

- Penulis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Foto : mulai dari PAUD/TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK dan SLB sederajat. Kelas-kelas yang biasanya ramai kini sunyi. Anak-anak yang seharusnya bermain dan belajar bersama teman-temannya, kini harus terkurung di dalam rumah

Foto : mulai dari PAUD/TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK dan SLB sederajat. Kelas-kelas yang biasanya ramai kini sunyi. Anak-anak yang seharusnya bermain dan belajar bersama teman-temannya, kini harus terkurung di dalam rumah

Laporan Nusantara – Medan //

Langit Medan yang biasanya biru kini kelam tertutup kabut asap. Bukan sekadar pemandangan yang hilang, tapi juga tawa ceria anak-anak di halaman sekolah. Dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang semakin pekat memaksa ribuan pelajar di Sumatera Utara harus kembali belajar dari rumah.

Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara (Disdik Sumut) akhirnya mengambil langkah pahit. Melalui Surat Edaran Nomor: 400.3/106/DISDIK/X/2026 yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Alexander Sinulingga, Kamis (15/10/2026), seluruh sekolah di Sumut diimbau menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mulai 16 hingga 21 Oktober 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keputusan ini merupakan tindak lanjut Instruksi Gubernur Sumatera Utara demi melindungi peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan dari bahaya paparan polusi udara yang kian mengkhawatirkan.

Kebijakan ini mencakup semua jenjang, mulai dari PAUD/TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK dan SLB sederajat. Kelas-kelas yang biasanya ramai kini sunyi. Anak-anak yang seharusnya bermain dan belajar bersama teman-temannya, kini harus terkurung di dalam rumah, menatap layar gawai dengan latar belakang langit yang berasap.

Selama PJJ, guru diimbau tidak membebani siswa dengan tugas berlebihan. Materi disampaikan secara proporsional melalui platform digital. Guru dan tenaga kependidikan pun diarahkan bekerja dari rumah (WFH).

Disdik Sumut juga memohon peran orang tua untuk mengawasi anak-anak, memastikan mereka tetap belajar, dan yang paling penting, melarang mereka bermain di luar rumah selama udara masih beracun.

“Kami ingin anak-anak aman. Kesehatan mereka prioritas,” tulis dalam edaran tersebut. Namun di balik kalimat itu, tersirat keprihatinan mendalam atas kondisi yang memaksa generasi penerus bangsa kehilangan haknya untuk menghirup udara bersih dan belajar di sekolah.

Kepala satuan pendidikan diwajibkan memantau pelaksanaan PJJ dan melapor secara berkala. Evaluasi akan terus dilakukan melihat indeks kualitas udara yang belum menunjukkan perbaikan.

Menindaklanjuti edaran provinsi, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I (Medan – Deli Serdang), David Eltom Nainggolan, http://S.STP., http://M.SP., mengaku tengah menyiapkan edaran teknis untuk seluruh SMA/SMK/SLB negeri dan swasta.

Sebelumnya kami sudah mengimbau pihak sekolah agar para siswa dan guru wajib menggunakan masker sebagai langkah antisipasi awal terhadap dampak asap kebakaran hutan, ujar David saat dikonfirmasi  Kamis malam (15/10/2026). “Malam ini sedang kami siapkan surat dari Cabang Dinas Wilayah I ke sekolah-sekolah. Pelaksanaan PJJ dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 16 Oktober hingga 21 Oktober 2026,” ungkapnya.

Kini, masyarakat hanya bisa berharap. Berharap hujan segera turun, asap segera hilang, dan tawa anak-anak kembali terdengar di halaman sekolah. Karena tidak ada yang lebih menyedihkan daripada melihat anak-anak kehilangan masa bermainnya karena ulah asap yang tidak pernah mereka buat. (Rafika)

Follow WhatsApp Channel laporannusantara.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KRI Bung Karno-369 Sukses Kawal Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, TNI AL Hadir hingga Pulau Terpencil
Adi Warman Lubis Apresiasi Terpilihnya Abdullah Musa sebagai Imum Mukim Pekan Rebo, Harapkan Perubahan dan Pelayanan Lebih Baik
KRI Bung Karno-369 Dukung Kas Keliling BI, Perkuat Akses Rupiah bagi Masyarakat Kepulauan
Kodaeral I Koordinasikan Penanganan Tiga ABK Nelayan KM El Rayyan Tenggelam di Selat Malaka
OSN Berkelanjutan, Polsek Medan Tembung Pastikan Kawasan Bantaran Rel Kereta Api Bersih Dari Narkoba.
Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda Tegaskan Komitmen Berantas Narkoba, Barak di Tunggurono Dimusnahkan
Sat Resnarkoba Polres Simalungun Gerebek Warung di Cingkes, Sabu 4.54 Gram Disita
PB Pendawa Indonesia dan Bank Sumut Jalin Kerja Sama, Dorong UMKM Naik Kelas dan Go Digital
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 11:52 WIB

KRI Bung Karno-369 Sukses Kawal Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, TNI AL Hadir hingga Pulau Terpencil

Selasa, 3 November 2026 - 08:16 WIB

Adi Warman Lubis Apresiasi Terpilihnya Abdullah Musa sebagai Imum Mukim Pekan Rebo, Harapkan Perubahan dan Pelayanan Lebih Baik

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:27 WIB

KRI Bung Karno-369 Dukung Kas Keliling BI, Perkuat Akses Rupiah bagi Masyarakat Kepulauan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:43 WIB

Kodaeral I Koordinasikan Penanganan Tiga ABK Nelayan KM El Rayyan Tenggelam di Selat Malaka

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:08 WIB

OSN Berkelanjutan, Polsek Medan Tembung Pastikan Kawasan Bantaran Rel Kereta Api Bersih Dari Narkoba.

Berita Terbaru