Laporan Nusantar – Medan //
Persaudaraan bukan sekadar berkumpul, melainkan tentang kepedulian, ketulusan, dan kesediaan untuk hadir ketika sesama membutuhkan. Semangat inilah yang menjadi pesan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Pendawa Indonesia, H. Ruslan, S.H., kepada Ketua DPW Pendawa Sumatera Utara, Dr. H. Adlan, S.Pd., M.M., beserta seluruh jajaran pengurus periode 2026–2030.
Dalam momentum pelantikan dan silaturahmi pengurus di Aula Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Sumatera Utara, Medan, Minggu (18/10/2026), H. Ruslan menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan agar Pendawa Sumut semakin solid, maju, dan dekat di hati masyarakat. “Selamat dan sukses kepada Ketua DPW Pendawa Sumut beserta seluruh jajaran pengurus. Semoga amanah ini dijalankan dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan semangat pengabdian. Jadikan Pendawa sebagai rumah besar persaudaraan yang selalu hadir membawa manfaat bagi masyarakat,” pesannya.
H. Ruslan menegaskan, kebesaran organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya anggota atau meriahnya kegiatan, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat. Ia berharap pengurus mampu menjaga kekompakan, memperkuat komunikasi, serta mengesampingkan kepentingan pribadi demi kemajuan organisasi dan kepentingan bersama.
“Pendawa jangan hanya besar dalam nama, tetapi besar dalam karya, kuat dalam persaudaraan, dan nyata dalam pengabdian. Di mana ada masyarakat yang membutuhkan, di situlah Pendawa harus hadir membawa kepedulian,” tegasnya.
[irp posts=”2637″ ]
Menurutnya, Pendawa juga harus menjadi perekat persatuan di tengah keberagaman Sumatera Utara dengan menjunjung tinggi toleransi, gotong royong, dan rasa hormat antarsesama.
Sementara itu, Ketua DPW Pendawa Sumut, Dr. H. Adlan, S.Pd., M.M., menyatakan kesiapannya untuk memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke tingkat kabupaten/kota dan basis masyarakat.
“Soliditas kepengurusan menjadi modal penting untuk menjalankan program organisasi serta memperluas peran Pendawa dalam kegiatan sosial kemasyarakatan,” ujar Adlan.
Dukungan terhadap program Pendawa Sumut turut disampaikan perwakilan Gubernur Sumatera Utara melalui Bakesbangpol Sumut, Dr. Ir. Muliono, S.T., M.Si. Ia berharap Pendawa mampu menjaga nilai-nilai budaya, menghormati perbedaan, serta membangun kolaborasi positif bagi kemajuan daerah.
Kegiatan tersebut diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Pendawa oleh Srikandi Pendawa Kota Medan, serta penyerahan cendera mata sebagai bentuk penghargaan dan mempererat tali persaudaraan.
Sejumlah tokoh dan undangan turut hadir dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Sumatera Utara tersebut. Di antaranya Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI, Eko Yudis Parlin Rajagukguk; Konsul Kehormatan Republik Korea Selatan, Dr. Parlindungan Purba, S.H., M.M.; perwakilan pengembangan UMKM wilayah Sumatera Utara, Binsar M. Simatupang, S.E., M.M.; AKBP Hartono, M.M., yang mewakili Kapolda Sumatera Utara; serta perwakilan Bakesbangpol Kota Medan, Andi Mario Siregar, AP, S.Sos., M.Sp.

Kegiatan ini juga dihadiri jajaran pengurus DPC Pendawa dari berbagai daerah di Sumatera Utara, di antaranya Medan, Tebing Tinggi, Deli Serdang, Binjai, Mandailing Natal (Madina), dan Simalungun.
Kehadiran para pengurus daerah menjadi wujud semangat kebersamaan untuk mempererat silaturahmi, memperkuat komunikasi, serta menyatukan langkah dalam menjalankan program organisasi.
Melalui momentum ini, Pendawa Sumut diharapkan semakin solid dan mampu membangun sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, sekaligus memperluas kontribusi dalam kegiatan sosial dan pengabdian kepada masyarakat.
Memasuki periode 2026–2030, DPW Pendawa Sumut diharapkan mampu menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, mulai dari kegiatan sosial, pemberdayaan UMKM, kepedulian terhadap sesama, hingga pelestarian budaya.
Pada akhirnya, organisasi yang dicintai bukan hanya organisasi yang namanya dikenal luas, melainkan yang kehadirannya memberikan ketenangan, pertolongannya membawa harapan, dan kepeduliannya meninggalkan kesan mendalam.
Sebab, persaudaraan sejati bukan hanya tentang berjalan bersama saat bahagia, tetapi juga tentang tetap hadir ketika saudara dan masyarakat membutuhkan.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, Pendawa diharapkan terus tumbuh menjadi rumah persaudaraan yang terbuka, mengayomi, dan memberikan manfaat bagi semua. Pendawa Jaya! Pendawa Solid! Persaudaraan Tanpa Batas, Pengabdian Tanpa Henti! (Rafika)
