Laporan Nusantara – Medan //
Pengurus Wilayah Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (PW MABMI) Sumatera Utara menggelar rapat perdana kepengurusan di Kembar Cafe Medan, Jumat (2/10/2026).
Rapat tersebut menjadi langkah awal bagi kepengurusan PW MABMI Sumatera Utara periode 2026–2031 dalam menyusun program kerja sekaligus membahas rencana pelantikan kepengurusan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain membahas agenda organisasi, pertemuan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antarpengurus, menyatukan visi, serta memperkuat komitmen bersama dalam menjaga, melestarikan dan mengembangkan adat serta budaya Melayu di Sumatera Utara.
Ketua PW MABMI Sumatera Utara, Dr. OK Ibnu Affan, S.H., M.H., dalam rapat perdana tersebut menyampaikan bahwa kehidupan puak Melayu dalam bermasyarakat dan berbangsa merupakan landasan penting dalam menjaga martabat, kelestarian budaya serta memperkuat posisi masyarakat Melayu di tengah perkembangan zaman.
Menurutnya, dalam falsafah Melayu, kehidupan individu tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab sosial dan identitas kolektif. Karena itu, keberadaan MABMI diharapkan tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga nilai-nilai adat dan budaya Melayu.
“Puak Melayu, bermasyarakat dan berbangsa merupakan landasan utama untuk menjaga martabat dan kelestarian budaya, sekaligus memperkuat posisi kita dalam kancah nasional maupun global,” ujar Dr. OK Ibnu Affan.
Ia menekankan pentingnya kebersamaan seluruh pengurus dalam menjalankan amanah organisasi. Dengan semangat persaudaraan dan gotong royong, MABMI Sumatera Utara diharapkan mampu menghadirkan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Melayu kepada generasi muda.
Rapat perdana tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Para pengurus berdiskusi dan bertukar gagasan mengenai arah organisasi ke depan, termasuk persiapan pelantikan PW MABMI Sumatera Utara periode 2026–2031.
Melalui kepengurusan yang baru, PW MABMI Sumatera Utara diharapkan semakin solid, kompak dan mampu menjalankan peran strategis dalam menjaga marwah, adat serta kelestarian budaya Melayu di Sumatera Utara.
Semangat kebersamaan tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi MABMI Sumatera Utara untuk terus berkontribusi dalam membangun masyarakat yang menjunjung tinggi adat, budaya, persaudaraan dan nilai-nilai luhur Melayu. (Fika)















