Laporan Nusantara – Medan //
Universitas Deztron Indonesia menggelar workshop bertema “Mengenal, Mencegah, dan Menangani Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi” sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran mahasiswa terhadap bahaya kekerasan seksual di lingkungan kampus.
Kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan pengetahuan mengenai bentuk-bentuk kekerasan seksual, langkah-langkah pencegahan, serta mekanisme penanganan yang tepat apabila terjadi kasus di lingkungan perguruan tinggi. Workshop juga diharapkan mampu menumbuhkan budaya saling menghormati dan menciptakan suasana akademik yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hadir sebagai narasumber, praktisi hukum Beni Arbi Batubara, S.H., M.H. menegaskan bahwa persoalan kekerasan seksual merupakan isu serius yang harus menjadi perhatian seluruh pihak, khususnya institusi pendidikan tinggi.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menjamin keamanan dan kenyamanan seluruh mahasiswa dalam menjalani proses pendidikan, sehingga setiap individu dapat belajar tanpa rasa takut.

“Perguruan tinggi harus mampu menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan seksual. Pencegahan dan penanganan kekerasan seksual merupakan tanggung jawab bersama seluruh civitas akademika,” ujar Beni Arbi Batubara.
Ia juga mengajak seluruh mahasiswa untuk menjadi pelopor dan agen perubahan dengan aktif menyebarkan budaya anti-kekerasan seksual di lingkungan kampus. Menurutnya, upaya pencegahan dapat dilakukan melalui edukasi yang berkelanjutan, keberanian untuk melaporkan setiap dugaan kekerasan seksual, serta memberikan dukungan kepada korban tanpa stigma maupun diskriminasi.
Melalui workshop ini, Universitas Deztron Indonesia berharap seluruh civitas akademika semakin memahami pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, serta menjunjung tinggi nilai-nilai saling menghormati dan melindungi sesama, sehingga kampus menjadi ruang yang bebas dari segala bentuk kekerasan seksual. (Rafika)















