Dengarkan Jeritan Warga Soal Trauma Banjir, LPJU Mati hingga Ancaman Longsor, Rico Waas Instruksikan Solusi di Tempat

- Penulis

Sabtu, 20 Juni 2026 - 03:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Foto : "Sapa Warga" yang dilakukan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, di Jalan Karya II, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat, Sabtu (20/6/26).

Foto : "Sapa Warga" yang dilakukan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, di Jalan Karya II, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat, Sabtu (20/6/26).

Laporan Nusantara – Medan : Suasana hangat namun sarat aspirasi mewarnai kegiatan “Sapa Warga” yang dilakukan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, di Jalan Karya II, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat, Sabtu (20/6/26). Di hadapan ratusan pasang mata, ruang dialog itu mendadak hening seketika saat seorang warga menyampaikan rasa trauma mendalamnya akibat banjir besar yang sempat melumpuhkan Kota Medan.

“Seumur hidup saya, baru kali itu merasakan banjir sampai sedada orang dewasa. Ada rasa trauma, Pak. Apa solusi konkret dari Bapak sebagai Wali Kota agar penderitaan ini tidak terulang lagi?” keluh Arifin, warga Lingkungan 17, Karang Berombak, dengan suara bergetar.

Mendengar jeritan hati warganya, Rico Waas tampak menyimak dengan saksama. Dirinya tidak menampik bahwa cuaca ekstrem pada akhir tahun lalu telah memicu bencana banjir di 19 kecamatan se-Kota Medan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Rico Waas yang hadir bersama Anggota DPRD Medan Robi Barus dan Muslim Harahap, akar masalah ini tidak lepas dari alih fungsi lahan serta kondisi tiga sungai besar—Sungai Deli, Belawan, dan Percut—yang sudah sangat lama tidak dinormalisasi.

“Meski pengelolaan sungai tersebut berada di bawah wewenang Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra II (Kementerian PUPR), Saya tegaskan bahwa Pemko Medan tidak akan tinggal diam dan terus mendesak serta bersinergi dengan pusat demi menuntaskan normalisasi sungai tersebut”, jelas Rico Waas.

Disampaikan Rico Waas sembari mengupayakan dorongan ke pemerintah pusat untuk pembenahan sungai, Pemko Medan fokus mengoptimalkan apa yang menjadi wewenang mereka, yakni perbaikan drainase kota dan pembuatan kolam retensi dengan dukungan World Bank.

Namun, Rico juga menyoroti kendala tak kasat mata di lapangan, seperti struktur crossing drainase di bawah jalan raya yang pecah, serta perilaku buruk membuang sampah sembarangan. Pasukan Dinas SDABMBK bahkan kerap menemukan benda-benda tak lazim di dalam saluran air seperti sampah ekstrem mulai dari tumpukan sampah plastik setinggi dada, ban, bantal, guling, hingga kasur. Bahkan di sungai ditemukan Kulkas dan sofa utuh yang sengaja dibuang oleh oknum warga.

“Saya mengimbau masyarakat untuk berkolaborasi dan menjaga kebersihan lingkungan secara rutin agar pembangunan infrastruktur yang dikerjakan Pemko tidak sia-sia”, himbau Rico Waas didampingi segenap Pimpinan Perangkat Daerah di lingkungan Pemko Medan diantaranya Asisten Pemerintahan dan Sosial Muhammad Sofyan, Kepala Inspektorat Kota Medan Erfin Fahrurrazi, Kadis SDABMBK,  Khairul Azmi, dan Kadispora T Chairuniza.

Aksi tanggap cepat Rico Waas kembali dilakukan saat Ebet, warga Lingkungan 8 Silalas, menyampaikan keluhannya. Ebet mengeluhkan birokrasi yang lamban terkait fasilitas publik di lingkungannya.

“Ada 7 lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang mati di tempat kami karena kabel putus akibat hujan. Di belakang Gang Rela juga padam. Kami sudah lapor bolak-balik, dibalas iya, tapi sampai sekarang tidak ada realisasinya,” ujar Ebet, yang juga meminta bantuan prasarana olahraga untuk anak-anak di lingkungannya.

Tanpa menunda waktu, Wali Kota Medan langsung memberikan instruksi tegas kepada jajarannya di lokasi acara.

“Untuk Dinas Perhubungan (Dishub), hari ini juga langsung turun ke lokasi. Beresi semua LPJU yang mati dan perbaiki kabel-kabel yang putus. Jangan ditunda lagi,” tegas Rico disambut tepuk tangan riuh warga.

Terkait lapangan olahraga, Rico menjelaskan bahwa status lahan tersebut bukan milik Pemko Medan. Namun, ia memastikan Pemko akan mencari jalan keluar terbaik. “Untuk baju bola anak-anak, Pemko bisa bantu. Mengenai gawang, akan kami cek dahulu regulasinya. Kalau diperbolehkan dipasang di lahan non-Pemko, akan kami usahakan,” tambahnya.

Keluhan  juga datang dari Kolonel Purnawirawan Hermansyah. Rumahnya yang berbatasan langsung dengan sungai kini terancam ambrol akibat erosi air yang kian mengikis daratan. Selain ancaman longsor, ia juga mengeluhkan jalanan berlubang dan bahaya kabel listrik yang menjuntai rendah di sekitar lapangan olahraga. “Kalau tersentuh orang, bisa langsung meninggal, Pak. Ini sangat berbahaya,” tutur Hermansyah.

Merespons ancaman keselamatan tersebut, Rico Waas mengaku telah menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan untuk segera bergerak ke lapangan.

“Dinas SDABMBK sudah saya minta cek. Lokasi itu memang butuh perbaikan segera karena bisa ambrol kapan saja. Mengenai jalan rusak yang merupakan jalan inspeksi wilayah BWS, Pemko Medan akan segera menyurati pihak balai secara resmi agar secepatnya dibenahi,” pungkas Rico Waas.

Melalui program Sapa Warga ini, Rico Waas membuktikan bahwa memimpin Medan bukan sekadar duduk di belakang meja, melainkan hadir langsung menjemput bola, mendengarkan trauma warga, dan menghadirkan solusi nyata tanpa sekat birokrasi. Sebelum Sapa Warga, Rico Waas meninjau kegiatan gotong royong massal yang dilakukan jajaran Kecamatan Medan Barat.**LN/Rafika/Diskominfo

Follow WhatsApp Channel laporannusantara.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KRI Bung Karno-369 Dukung Kas Keliling BI, Perkuat Akses Rupiah bagi Masyarakat Kepulauan
Kodaeral I Koordinasikan Penanganan Tiga ABK Nelayan KM El Rayyan Tenggelam di Selat Malaka
OSN Berkelanjutan, Polsek Medan Tembung Pastikan Kawasan Bantaran Rel Kereta Api Bersih Dari Narkoba.
PB Pendawa Indonesia dan Bank Sumut Jalin Kerja Sama, Dorong UMKM Naik Kelas dan Go Digital
Kapolres Binjai laksanakan Jumat Keliling di Masjid An-Nur, Ajak Jemaah Jaga Kamtibmas
Jumat Barokah Polsek Medan Baru, 200 Bungkus Nasi Hadirkan Senyum dan Harapan bagi Masyarakat
Zainul Anwar Ajak Generasi Muda Medan Hidup Sehat dan Jauhi Narkoba
Perkuat Sinergi dan Kualitas SDM, Kepala Imigrasi Belawan Hadiri Silaturahmi Pengurus DPW Pendawa Sumut 2025–2030
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:27 WIB

KRI Bung Karno-369 Dukung Kas Keliling BI, Perkuat Akses Rupiah bagi Masyarakat Kepulauan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:43 WIB

Kodaeral I Koordinasikan Penanganan Tiga ABK Nelayan KM El Rayyan Tenggelam di Selat Malaka

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:08 WIB

OSN Berkelanjutan, Polsek Medan Tembung Pastikan Kawasan Bantaran Rel Kereta Api Bersih Dari Narkoba.

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:32 WIB

PB Pendawa Indonesia dan Bank Sumut Jalin Kerja Sama, Dorong UMKM Naik Kelas dan Go Digital

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:54 WIB

Kapolres Binjai laksanakan Jumat Keliling di Masjid An-Nur, Ajak Jemaah Jaga Kamtibmas

Berita Terbaru