Laporan Nusantara – Deli serdang //
Berangkat dari semangat membangun kemandirian ekonomi masyarakat, Kepala Desa Sigara-gara, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Mhd Eftah Zailani Tanjung, S.Pd., terus menggerakkan program peduli Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Program ini menjadi salah satu langkah strategis untuk membuka peluang usaha, mendorong kreativitas warga, sekaligus memperkuat perekonomian desa.
Bagi Eftah, UMKM bukan sekadar aktivitas usaha berskala kecil, melainkan potensi besar yang dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat apabila dikelola secara serius, terarah, dan berkelanjutan. “Gerakan peduli UMKM yang kita giatkan ini nantinya selain akan menjadi perputaran roda ekonomi bagi masyarakat Desa Sigara-gara, juga akan menambah kreativitas masyarakat,” ujar Eftah saat ditemui awak media, Kamis (15/10/2026).
Keseriusan Pemerintah Desa Sigara-gara dalam mengembangkan UMKM diwujudkan melalui kolaborasi bersama para ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) serta masyarakat pelaku usaha.
[irp posts=”2608″ ]
Berbagai potensi lokal terus didorong agar berkembang menjadi produk bernilai ekonomi. Mulai dari produksi jamu tradisional, aneka makanan dan minuman, hingga hasil kerajinan tangan, seluruhnya menjadi bagian dari upaya menggali kreativitas dan kemampuan masyarakat. “Saat ini, bersama para ibu PKK dan masyarakat pelaku UMKM, kita terus berkolaborasi dalam menumbuhkan UMKM, baik produksi seperti jamu, makanan, minuman, bahkan hasil kerajinan,” ungkapnya.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha, meningkatkan nilai jual produk, serta menciptakan peluang ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh warga. Dengan mengoptimalkan potensi yang ada, Desa Sigara-gara memiliki peluang untuk membangun ekosistem UMKM yang lebih kuat, sekaligus mendorong produk lokal agar semakin dikenal masyarakat luas.
Tak berhenti pada pengembangan usaha masyarakat, Pemerintah Desa Sigara-gara juga tengah menjajaki peluang kerja sama dengan investor untuk membangun kawasan UMKM yang lebih representatif, tertata, dan modern. Rencana ini menjadi bagian dari visi pengembangan desa agar pelaku UMKM memiliki kawasan yang lebih layak untuk mengembangkan serta memperkenalkan produk mereka.
“Kita juga sedang berupaya membangun kerja sama dengan investor untuk membangun kawasan area UMKM secara tertata. Jadi, dengan adanya kerja sama ini, kita ingin Desa Sigara-gara bisa lebih tertata dan berkembang sesuai kemajuan modernisasi,” tegas Eftah.
Jika terealisasi, penataan kawasan UMKM tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkuat aktivitas ekonomi lokal, meningkatkan daya tarik produk masyarakat, serta menciptakan lingkungan usaha yang lebih terorganisasi.
Upaya menjalin kemitraan dengan investor juga menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi desa membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, baik pemerintah desa, masyarakat, pelaku usaha, maupun mitra yang memiliki visi pembangunan yang sama.
Program peduli UMKM yang digerakkan Pemerintah Desa Sigara-gara diharapkan menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi desa yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Lebih dari sekadar meningkatkan aktivitas perdagangan, pengembangan UMKM juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berinovasi, memanfaatkan potensi lokal, dan membangun kemandirian melalui usaha produktif.
Dengan dukungan masyarakat, kolaborasi bersama PKK, serta rencana penataan kawasan usaha, Desa Sigara-gara diharapkan mampu melahirkan UMKM yang semakin berkembang dan berdaya saing.
Semangat yang dibangun Eftah menjadi pesan penting bahwa kemajuan desa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dalam menciptakan peluang ekonomi dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Dari usaha rumahan hingga kawasan UMKM yang modern, Desa Sigara-gara kini mendorong langkah menuju ekonomi masyarakat yang lebih kreatif, mandiri, dan berdaya saing. (Rafika)
