Kategori: Deli Serdang

  • Kopdar Kolaborasi Sunmori Karhel Bersama 8 Wilayah, Pererat Silaturahmi dan Matangkan Agenda Liburan ke Pantai Sinansal Tongging

    Kopdar Kolaborasi Sunmori Karhel Bersama 8 Wilayah, Pererat Silaturahmi dan Matangkan Agenda Liburan ke Pantai Sinansal Tongging

    Laporan Nusantara – Tembung //

    Kebersamaan bukan sekadar tentang berkumpul, melainkan tentang bagaimana sebuah pertemuan mampu mempererat persaudaraan, menumbuhkan rasa kekeluargaan, dan menghadirkan kerinduan untuk kembali bersama. Semangat inilah yang terasa dalam kegiatan kopdar kolaborasi Sunmori Karhel bersama delapan wilayah Sunmori yang berlangsung di Tito & Resto, Jalan Besar Tembung, Pasar 7, pada Minggu, 18 Oktober 2026.

    Kegiatan ini menjadi momentum istimewa bagi para ketua wilayah dan anggota untuk saling bersilaturahmi, memperkuat komunikasi, serta membangun kekompakan dan keharmonisan antarsesama anggota. Lebih dari sekadar pertemuan komunitas, kopdar ini menjadi ruang untuk merawat persaudaraan yang telah terjalin agar semakin erat dan terus tumbuh dari waktu ke waktu.

    Delapan wilayah Sunmori yang hadir dalam kegiaan tersebut, yakni Sunmori Karhel, Sunmori Tamora, Sunmori Binjai, Sunmori Tembung, Sunmori Asahan, Sunmori 3M1B, Sunmori Padang Bulan, serta Sunmori Johor Maimun Tuntungan.

    [irp posts=”1899″ ]

    Kehadiran perwakilan dari masing-masing wilayah menambah hangat suasana pertemuan. Canda, obrolan, dan semangat kebersamaan menjadi bagian dari momen yang mempertemukan banyak saudara dalam satu tujuan, yaitu menjaga silaturahmi dan membangun komunitas yang semakin solid.

    Selain menjadi ajang mempererat hubungan kekeluargaan, kopdar kolaborasi ini juga membahas persiapan agenda liburan bersama delapan wilayah Sunmori ke Pantai Sinansal, Tongging, yang direncanakan berlangsung pada Minggu, 8 November 2026. Agenda liburan kolaborasi tersebut telah dibentuk sejak Juli 2026. Dengan mengusung semangat kebersamaan lintas wilayah, kegiatan ini menargetkan keikutsertaan sebanyak 300 peserta.

    Target tersebut bukan hanya tentang jumlah anggota yang akan hadir, tetapi juga menjadi harapan untuk menghadirkan sebuah perjalanan penuh cerita, kebahagiaan, dan kenangan yang dapat dirasakan bersama. Melalui agenda ini, setiap wilayah diharapkan dapat saling mendukung, bekerja sama, dan mengambil bagian dalam menyukseskan kegiatan yang telah direncanakan.

    Persiapan yang dibahas dalam kopdar menjadi salah satu langkah penting agar agenda liburan nantinya dapat berjalan dengan baik. Koordinasi dan komunikasi antarpengurus serta anggota diharapkan terus terjaga, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat dipersiapkan dengan semangat gotong royong dan rasa tanggung jawab bersama.

    Ketua Sunmori Karhel, Reza Fauzan, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada seluruh wilayah yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan berkolaborasi dalam kegiatan tersebut. Ia berharap, pertemuan seperti ini tidak berhenti sebagai agenda sesaat, tetapi dapat terus dilaksanakan dan menjadi bagian dari perjalanan kebersamaan seluruh wilayah Sunmori.

    “Terima kasih kepada seluruh wilayah yang telah hadir dan meluangkan waktu untuk berkolaborasi bersama Sunmori Karhel. Semoga kegiatan positif seperti ini dapat terus kita jalankan ke depannya dengan lebih baik, sehingga silaturahmi semakin erat, kekompakan semakin kuat, dan rasa kekeluargaan di antara kita tetap terjaga,” demikian pesan yang disampaikan Reza Fauzan.

    Baginya, kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan seperti ini merupakan modal penting untuk menjaga hubungan baik antarkomunitas. Sebab, komunitas yang kuat bukan hanya terlihat ketika mengadakan kegiatan besar, tetapi juga dari kepedulian, komunikasi, dan kemauan setiap anggotanya untuk terus menjaga persaudaraan.

    Kopdar kolaborasi delapan wilayah Sunmori ini menjadi pengingat bahwa perbedaan wilayah bukanlah batas untuk menjalin kedekatan. Justru melalui pertemuan, komunikasi, dan kegiatan bersama, hubungan yang awalnya terjalin antarkomunitas dapat berkembang menjadi ikatan kekeluargaan yang lebih hangat.

    Harapannya, semangat kolaborasi ini terus terjaga, tidak hanya dalam agenda liburan ke Pantai Sinansal Tongging pada 8 November mendatang, tetapi juga dalam berbagai kegiatan positif lainnya di masa depan.

    Sebab, pada akhirnya, yang membuat sebuah perjalanan terasa istimewa bukan hanya tempat yang dituju, melainkan siapa saja yang berjalan bersama. Tawa yang dibagikan, cerita yang dikenang, dan persaudaraan yang terus dirawat akan menjadi bagian dari kenangan yang selalu dirindukan.

    Sunmori bukan sekadar tentang perjalanan di jalan raya, tetapi juga tentang perjalanan membangun persaudaraan. Sekali bertemu menjadi saudara, terus bersama dalam kebersamaan. Semoga kolaborasi delapan wilayah Sunmori semakin solid, semakin harmonis, dan sukses menyukseskan agenda liburan bersama dengan semangat kekeluargaan yang selalu terjaga. Salam satu aspal, salam silaturahmi, dan salam persaudaraan! (Rafika)

  • Kades Sigara-gara Eftah Zailani Gaspol UMKM, Bidik Desa Mandiri dan Ekonomi Warga Makin Maju

    Kades Sigara-gara Eftah Zailani Gaspol UMKM, Bidik Desa Mandiri dan Ekonomi Warga Makin Maju

    Laporan Nusantara – Deli serdang //

    Berangkat dari semangat membangun kemandirian ekonomi masyarakat, Kepala Desa Sigara-gara, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Mhd Eftah Zailani Tanjung, S.Pd., terus menggerakkan program peduli Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Program ini menjadi salah satu langkah strategis untuk membuka peluang usaha, mendorong kreativitas warga, sekaligus memperkuat perekonomian desa.

    Bagi Eftah, UMKM bukan sekadar aktivitas usaha berskala kecil, melainkan potensi besar yang dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat apabila dikelola secara serius, terarah, dan berkelanjutan. “Gerakan peduli UMKM yang kita giatkan ini nantinya selain akan menjadi perputaran roda ekonomi bagi masyarakat Desa Sigara-gara, juga akan menambah kreativitas masyarakat,” ujar Eftah saat ditemui awak media, Kamis (15/10/2026).

    Keseriusan Pemerintah Desa Sigara-gara dalam mengembangkan UMKM diwujudkan melalui kolaborasi bersama para ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) serta masyarakat pelaku usaha. 

    [irp posts=”2608″ ]

    Berbagai potensi lokal terus didorong agar berkembang menjadi produk bernilai ekonomi. Mulai dari produksi jamu tradisional, aneka makanan dan minuman, hingga hasil kerajinan tangan, seluruhnya menjadi bagian dari upaya menggali kreativitas dan kemampuan masyarakat. “Saat ini, bersama para ibu PKK dan masyarakat pelaku UMKM, kita terus berkolaborasi dalam menumbuhkan UMKM, baik produksi seperti jamu, makanan, minuman, bahkan hasil kerajinan,” ungkapnya.

    Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha, meningkatkan nilai jual produk, serta menciptakan peluang ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh warga. Dengan mengoptimalkan potensi yang ada, Desa Sigara-gara memiliki peluang untuk membangun ekosistem UMKM yang lebih kuat, sekaligus mendorong produk lokal agar semakin dikenal masyarakat luas.

    Tak berhenti pada pengembangan usaha masyarakat, Pemerintah Desa Sigara-gara juga tengah menjajaki peluang kerja sama dengan investor untuk membangun kawasan UMKM yang lebih representatif, tertata, dan modern. Rencana ini menjadi bagian dari visi pengembangan desa agar pelaku UMKM memiliki kawasan yang lebih layak untuk mengembangkan serta memperkenalkan produk mereka.

    “Kita juga sedang berupaya membangun kerja sama dengan investor untuk membangun kawasan area UMKM secara tertata. Jadi, dengan adanya kerja sama ini, kita ingin Desa Sigara-gara bisa lebih tertata dan berkembang sesuai kemajuan modernisasi,” tegas Eftah.

    Jika terealisasi, penataan kawasan UMKM tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkuat aktivitas ekonomi lokal, meningkatkan daya tarik produk masyarakat, serta menciptakan lingkungan usaha yang lebih terorganisasi.

    Upaya menjalin kemitraan dengan investor juga menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi desa membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, baik pemerintah desa, masyarakat, pelaku usaha, maupun mitra yang memiliki visi pembangunan yang sama.

    Program peduli UMKM yang digerakkan Pemerintah Desa Sigara-gara diharapkan menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi desa yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Lebih dari sekadar meningkatkan aktivitas perdagangan, pengembangan UMKM juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berinovasi, memanfaatkan potensi lokal, dan membangun kemandirian melalui usaha produktif.

    Dengan dukungan masyarakat, kolaborasi bersama PKK, serta rencana penataan kawasan usaha, Desa Sigara-gara diharapkan mampu melahirkan UMKM yang semakin berkembang dan berdaya saing.

    Semangat yang dibangun Eftah menjadi pesan penting bahwa kemajuan desa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dalam menciptakan peluang ekonomi dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Dari usaha rumahan hingga kawasan UMKM yang modern, Desa Sigara-gara kini mendorong langkah menuju ekonomi masyarakat yang lebih kreatif, mandiri, dan berdaya saing. (Rafika)

  • Memprihatinkan! Jembatan Gantung Penghubung Dua Desa di Sibiru-biru Rusak Parah, Warga Harap Uluran Tangan Pemerintah

    Memprihatinkan! Jembatan Gantung Penghubung Dua Desa di Sibiru-biru Rusak Parah, Warga Harap Uluran Tangan Pemerintah

    Laporan Nusantara –DELI SERDANG //

    Di tengah aktivitas masyarakat yang terus berjalan, sebuah jembatan gantung penghubung Desa Namo Suro Lama dan Desa Namo Tualang, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang, kini berada dalam kondisi memprihatinkan. Jembatan yang menjadi akses penting bagi warga tersebut dikhawatirkan dapat memicu kecelakaan apabila tidak segera mendapat perhatian dan perbaikan.

    Setiap hari, jembatan ini dilintasi masyarakat untuk menjalankan berbagai aktivitas, mulai dari anak-anak yang berangkat ke sekolah hingga warga yang membawa hasil pertanian. Namun, kondisi jembatan yang rusak membuat perjalanan sehari-hari menjadi penuh kekhawatiran, terutama ketika hujan turun dan debit air sungai meningkat.

    Warga mengaku masih dihantui rasa cemas setelah jembatan tersebut nyaris terdampak parah akibat banjir bandang sebelumnya. Mereka khawatir, jika tidak segera diperbaiki, akses penghubung antardesa itu bisa semakin rusak dan membahayakan keselamatan pengguna. “Kalau hujan, kami cemas luar biasa. Jembatan ini hampir hilang diterjang banjir bandang kemarin. Tapi belum ada perhatian serius dari Pemkab,” ujar seorang warga.

    [irp posts=”2530″ ]

    Jenari (43), warga Namo Tualang, mengungkapkan bahwa jembatan tersebut dibangun melalui swadaya masyarakat. Keberadaannya sangat berarti bagi warga karena menjadi jalur yang mempercepat mobilitas antara kedua desa senin (12 oktober 2026). Tanpa jembatan tersebut, warga harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh melalui Kecamatan Delitua untuk menuju Sibiru-biru. Kondisi ini tentu menambah waktu perjalanan sekaligus biaya transportasi masyarakat.

    Bagi warga, jembatan itu bukan sekadar sarana penyeberangan. Lebih dari itu, jembatan menjadi penghubung kehidupan sosial, pendidikan, dan ekonomi masyarakat yang selama ini bergantung pada akses tersebut.

    Kondisi jembatan yang belum memadai juga menjadi perhatian Kepala Desa Namo Suro Baru, Janial Ginting. Ia menyatakan dukungannya terhadap pembangunan jembatan permanen agar masyarakat dapat melintas dengan lebih aman dan nyaman. “Anak sekolah lewat sini setiap hari dengan rasa takut. Hasil ladang juga sulit dibawa kalau jembatan seperti ini terus. Kami sangat berharap adanya perhatian Pemkab Deli Serdang dengan kondisi jembatan yang memprihatinkan,” tegasnya.

    Kondisi ini menggambarkan betapa pentingnya infrastruktur yang layak bagi kehidupan masyarakat di wilayah perdesaan. Kerusakan jembatan tidak hanya menyulitkan perjalanan, tetapi juga berpotensi menghambat kegiatan belajar anak-anak, distribusi hasil pertanian, serta aktivitas ekonomi warga.

    Masyarakat berharap Bupati Deli Serdang beserta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera meninjau langsung kondisi jembatan gantung tersebut. Mereka menginginkan adanya langkah nyata untuk menilai tingkat kerusakan dan menentukan penanganan yang diperlukan, termasuk kemungkinan pembangunan jembatan permanen.

    Warga juga berharap aspirasi yang disampaikan tidak berhenti pada laporan semata, tetapi ditindaklanjuti dengan pemeriksaan teknis, langkah pengamanan, serta rencana perbaikan yang jelas. Sambil menunggu penanganan, kondisi jembatan perlu menjadi perhatian bersama. Keselamatan pengguna, khususnya anak-anak sekolah dan warga yang setiap hari bergantung pada akses tersebut, harus menjadi prioritas.

    Jembatan gantung penghubung Desa Namo Suro Lama dan Desa Namo Tualang menjadi gambaran nyata kebutuhan infrastruktur yang layak di tengah masyarakat. Warga tidak sekadar mengharapkan sebuah bangunan baru, tetapi juga kepastian akses yang aman untuk bekerja, bersekolah, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

    Masyarakat berharap pemerintah daerah, instansi terkait, serta pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan desa dapat bersama-sama mencari solusi atas persoalan ini. Infrastruktur yang aman bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan mendasar masyarakat. Jangan sampai warga harus terus mempertaruhkan keselamatan hanya untuk menyeberangi sungai dan menjalankan aktivitas sehari-hari.

    Harapan warga kini tertuju pada langkah nyata agar jembatan tersebut segera mendapat penanganan yang layak. Sebab, di balik jembatan yang rusak itu, ada anak-anak yang ingin sampai ke sekolah dengan selamat, petani yang ingin membawa hasil ladangnya, dan masyarakat yang mendambakan akses kehidupan yang lebih baik. (Rafika/Tim)

  • PB Pendawa Terima Kunjungan Hj. Asyifa Ince Marzuki, Bahas Perlindungan Perempuan dan Anak

    PB Pendawa Terima Kunjungan Hj. Asyifa Ince Marzuki, Bahas Perlindungan Perempuan dan Anak

    Laporan Nusantara – Marendal //

    Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai kegiatan di Pesanggrahan PB Pendawa, Jalan Advokat Raya, Marendal, Jumat (18/9/2026). Setelah pelaksanaan pembagian tugas masing-masing satuan selesai, keluarga besar PB Pendawa mendapat kunjungan dari Ketua Harian PB Pendawa, Hj. Asyifa Ince Marzuki.

    Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Satgas Pendawa Sumatera Utara, Satgas PB Wilayah Langkat Hulu, Satgassus PB, Satgas Medan, Satgas Tebing Tinggi, Satgas Deli Serdang, serta Srikandi PB Pendawa.

    Dalam kesempatan itu, Hj. Asyifa Ince Marzuki menyampaikan sejumlah hal terkait kiprahnya sebagai aktivis dan pemerhati perempuan serta anak. Ia mengatakan, selama ini dirinya bersama pihak-pihak yang terlibat telah memberikan perhatian terhadap korban pelecehan dan kekerasan terhadap perempuan maupun anak.

    [irp posts=”2156″ ]

    Menurut Asyifa, pendampingan yang dilakukan tidak semata-mata berhenti pada tahap awal, tetapi diupayakan sejak korban atau keluarga membutuhkan bantuan hingga proses hukum berjalan.“Ini sifatnya mandiri. Kami membantu sejak awal sebagai kuasa hukum keluarga, mendampingi prosesnya sampai ada putusan hukum. Semua dilakukan dengan tulus dan tanpa memungut atau meminta imbalan. Jadi nol rupiah,” ujar Asyifa.

    Ia menjelaskan, saat ini terdapat sejumlah kasus yang sedang mendapat pendampingan di beberapa provinsi. Namun, penanganannya dilakukan secara hati-hati dan tidak semuanya langsung dipublikasikan kepada masyarakat. “Sekarang ada beberapa kasus di empat provinsi yang sedang kami bantu. Tidak kami publikasikan dulu. Setelah proses persidangan selesai, baru dipublikasikan,” katanya.

    Asyifa mengungkapkan, penanganan kasus kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan maupun anak bukan pekerjaan sederhana. Kondisi geografis, keterbatasan fasilitas, minimnya saksi, hingga posisi sosial pelaku terkadang menjadi kendala tersendiri.

    Terlebih apabila kasus terjadi di daerah pedesaan atau wilayah yang jauh dari fasilitas pelayanan hukum dan perlindungan korban. Menurutnya, kondisi seperti itu membutuhkan waktu, tenaga dan pendampingan ekstra. “Kalau kejadiannya sudah beberapa tahun lalu, lokasinya di kampung yang fasilitasnya minim, tentu membutuhkan waktu ekstra. Apalagi kalau pelakunya tokoh masyarakat atau memiliki kedekatan dengan aparat penegak hukum. Prosesnya menjadi lebih rumit,” jelasnya.

    Dalam kondisi tertentu, kata Asyifa, diperlukan koordinasi dengan berbagai lembaga dan tingkatan agar penanganan perkara dapat berjalan sesuai prosedur. Ia juga mengapresiasi dukungan sejumlah media dan kontributor yang dinilainya memiliki kepedulian terhadap persoalan perempuan dan anak.

    Dalam kunjungannya tersebut, Asyifa juga menyampaikan pandangannya mengenai keberadaan PB Pendawa yang telah berkembang dan memiliki jaringan di sejumlah provinsi di Indonesia. Ia berharap ke depan semakin banyak anggota, khususnya kaum ibu dan Srikandi PB Pendawa, yang dapat mengambil peran positif melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan.

    Menurutnya, persoalan pelecehan terhadap perempuan dan anak yang terlihat sederhana sekalipun dapat memberikan dampak yang sangat besar terhadap korban dan keluarganya. Karena itu, ia berharap jaringan PB Pendawa yang tersebar di berbagai daerah dapat menjadi bagian dari gerakan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat. “PB Pendawa ini ada di beberapa provinsi. Nanti mudah-mudahan ada program yang membuat ibu-ibu dan anggota group lainnya bisa semakin aktif. Karena semakin banyak persoalan yang terlihat biasa, tetapi sebenarnya efeknya sangat luar biasa,” ungkapnya.

    Asyifa juga menyampaikan apresiasi terhadap soliditas keluarga besar PB Pendawa di bawah kepemimpinan H. Ruslan, SH. Ia menilai suasana persaudaraan yang dibangun di dalam organisasi menjadi salah satu kekuatan penting untuk menjaga eksistensi PB Pendawa. “Kalau saya lihat, di PB Pendawa ini semuanya aman. Orang-orangnya ramah, tidak petantang-petenteng, slow, dan attitude-nya bagus. Persaudaraannya juga bagus,” ujarnya.

    Asyifa menilai, mendirikan sebuah organisasi bukanlah perkara yang paling sulit. Tantangan sesungguhnya adalah mempertahankan organisasi agar tetap eksis, solid dan bermanfaat selama bertahun-tahun. Ia menyebut PB Pendawa telah melewati perjalanan panjang hingga mencapai usia 27 tahun. “Kalau hanya mendirikan organisasi, sangat gampang. Tetapi mempertahankan sampai berusia 27 tahun dan tetap eksis dari zaman ke zaman, itu yang tidak mudah,” katanya.

    Menurut Asyifa, keberadaan PB Pendawa yang telah berkembang dari tingkat bawah hingga memiliki jaringan di berbagai provinsi merupakan sebuah potensi yang perlu terus dirawat. Ia mengatakan, sebagai Ketua Harian, dirinya memiliki tugas untuk menjalankan apa yang menjadi arahan Ketua Umum serta membantu memastikan roda organisasi berjalan. “Ketua Harian itu kalau dalam pemerintahan seperti Sekda provinsi. Tugasnya menjalankan apa yang menjadi arahan pimpinan. Memang sekarang belum maksimal, insyaallah tahun depan kita bisa lebih maksimal,” tuturnya.

    Asyifa juga mengingatkan seluruh keluarga besar PB Pendawa agar tetap bijak dalam melangkah, khususnya memasuki tahun-tahun politik. Ia berharap organisasi tetap menjaga persatuan, persaudaraan dan tidak mudah terseret pada hal-hal yang dapat menimbulkan perpecahan. “Tahun-tahun politik ini kita juga harus wise, harus bijak ketika melangkah. Jangan terlalu maju ke depan dalam hal-hal yang bisa membuat kita terpecah,” pesannya.

    Di sisi lain, Asyifa mengaku memiliki aktivitas di sejumlah lembaga lain. Namun, ia mengatakan suasana persaudaraan yang dirasakan di PB Pendawa menjadi salah satu hal yang membuat dirinya nyaman berada di tengah keluarga besar organisasi tersebut. Asyifa menegaskan bahwa pendampingan terhadap korban perempuan dan anak merupakan bagian dari kerja sosial yang dilakukan dengan keikhlasan.

    Ia berharap siapa pun yang mengalami persoalan pelecehan atau kekerasan, khususnya perempuan dan anak, tidak takut untuk mencari bantuan dan pendampingan. Menurutnya, setiap kasus memiliki karakteristik dan kendala berbeda sehingga membutuhkan penanganan yang tepat serta koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

    “Kalau di Makassar, kerja sosial itu kami anggap sebagai kerja-kerja Nabi. Tidak digaji. Tetapi menjadi sebuah syukur kalau kita bisa membantu korban dan pelaku mendapatkan proses hukum yang sesuai dengan perbuatannya,” ujarnya.

    Sebagai Ketua Harian, Asyifa juga berharap keberadaan PB Pendawa tidak hanya dikenal di Sumatera Utara, tetapi semakin dikenal di berbagai provinsi di Indonesia. Ia menyebut jaringan organisasi yang mencapai sekitar 20 provinsi menjadi modal penting untuk memperkuat persaudaraan sekaligus memperluas kegiatan sosial kemasyarakatan. “Harapan saya, semoga kita semua yang ada di PB Pendawa ini bisa memberikan manfaat kepada masyarakat luas. Saya yakin, di bawah kepemimpinan H. Ruslan, SH dan dengan dukungan seluruh anggota yang solid, PB Pendawa bisa terus berkembang,” ungkapnya.

    Kunjungan tersebut pun berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Silaturahmi antara jajaran PB Pendawa dan Hj. Asyifa Ince Marzuki diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi, persaudaraan serta semangat pengabdian kepada masyarakat. Bagi keluarga besar PB Pendawa, perjalanan 27 tahun bukan sekadar angka, tetapi menjadi bukti bahwa sebuah organisasi dapat terus bertahan ketika dibangun dengan persaudaraan, kebersamaan dan komitmen untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. (Rafika)

  • Akibat Jalan Marendal Berlubang Pengendara Bermotor Tewas

    Akibat Jalan Marendal Berlubang Pengendara Bermotor Tewas

    Laporan Nusantara – Deli Serdang //

    Akibat badan jalan berlubang dan tergenang air, Taufik Pahrezi (21) warga Gang Sawo II No 03 Raya, Kelurahan Tegal Rejo, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan. Meninggal ketika sepeda motor Yamaha Aerox BK 4419 AII yang dikendarainya menghantam lubang tepatnya terjadi di depan Brilink Dira, Jalan Marindal, Pasar VII, Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak, pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.

    AKP Tommy Franata Kapolsek Patumbak mengatakan, kondisi korban mengalami luka parah pada bagian kepala setelah terjatuh ke bahu jalan dan masuk ke bagian kolong tengah truk yang melintas dari arah yang berlawanan.

    Karena kondis korban mengalami luka pada bagian kepala sehingga mengakibatkan meninggal dunia di tempat. Petugas dibantu perangkat desa langsung membawa jenazah dengan ambulans ke RS Bhayangkara Tingkat II Medan,” ujar Tommy, Senin (14/9/2026).

    [irp posts=”2219″ ]

    Awalnya Taufik mengendarai Yamaha Aerox dari arah kebun kopi, Kecamatan Patumbak, menuju Simpang Marindal. Di lokasi kejadian, dari arah berlawanan datang mobil truk Mitsubishi BK 8720 ME yang dikemudikan Irfan Soni menuju Jalan Kebun Kopi.

    Saat itu, Taufik yang melaju dengan kecepatan tinggi menghantam lubang di tengah jalan yang tertutup genangan air. Kemungkinan korban oleng dan terjatuh ke bahu jalan sebelah kanan dan masuk ke bagian tengah kolong truk yang sedang melintas dari arah berlawanan.

    Adanya kejadian, petugas turun ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengecek CCTV, mengamankan berbagai barang bukti serta meminta keterangan sejumlah saksi-saksi yang melihat kejadian tersebut,”tegasnya. (Tim)

  • Ketum SMSI Pusat Tiba di Sumut, Pengurus Sambut dengan Penuh Kekompakan

    Ketum SMSI Pusat Tiba di Sumut, Pengurus Sambut dengan Penuh Kekompakan

    Laporan Nusantara – Deli Serdang //

    Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Sumatera Utara menyambut hangat kedatangan Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus, bersama rombongan di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Rabu (9/9/2026).

    Penyambutan dipimpin Ketua SMSI Sumut Erris J Napitupulu didampingi Sekretaris M Agus Utama, Ketua Bidang Organisasi dan Daerah Benny Pasaribu, Ketua Bidang Pendidikan dan Peatihann Waliyono, serta Ketua Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Usaha Irwansyah. Turut hadir Penasehat SMSI Sumut Rony Purba.

    Sejumlah pengurus SMSI kabupaten/kota juga turut menyambut, di antaranya Ketua SMSI Serdang Bedagai Zuhari, Ketua SMSI Deli Serdang Heri Siswoyo, serta Ketua SMSI Medan Irwan Manalu bersama jajaran.

    [irp posts=”1622″ ]

    Firdaus berada di Sumatera Utara pada 9–11 September 2026 bersama Wakil Ketua Bidang Kajian Strategis dan Inovasi Kebijakan Yono Hartono serta sejumlah pengurus SMSI Pusat.

    Firdaus mengaku bangga melihat kekompakan pengurus SMSI di Sumatera Utara.

    Ketua SMSI Sumut Erris J Napitupulu mengatakan kehadiran Ketua Umum SMSI Pusat menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran dalam menjalankan roda organisasi.

    Selama berada di Sumut, Firdaus dijadwalkan melantik Pengurus SMSI Serdang Bedagai dan Pengurus News Room Jaga Desa Sumut pada Kamis (10/9/2026).

    Selain itu, Firdaus juga akan menjadi narasumber workshop yang membahas penguatan pemahaman serta menghimpun masukan dari para pemangku kepentingan terkait pengembangan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII).

    Kegiatan pelantikan yang digelar di Aula Kantor Bupati Serdang Bedagai tersebut dijadwalkan dihadiri Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya bersama Forkopimda serta sejumlah Ketua dan Pengurus SMSI kabupaten/kota se-Sumatera Utara. (RaFika)

  • Gadis Asal Tembung Hilang Hampir Sepekan, Keluarga Berharap Segera Ditemukan

    Gadis Asal Tembung Hilang Hampir Sepekan, Keluarga Berharap Segera Ditemukan

    Laporan Nusantara –  Deliserdang //

    Cici Fadilla (18), gadis asal Tembung, Kabupaten Deli Serdang, dilaporkan belum pulang ke rumah selama hampir satu minggu setelah berpamitan hendak mengambil ijazah sekolah.

    Cici terakhir diketahui meninggalkan rumah di kawasan Dusun VIII Rambungan, Jalan Kebun Sayur, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan.

    Ayah kandung Cici, Irwan, saat ditemui wartawan, Kamis (3/9/2026), mengatakan bahwa putrinya berpamitan untuk mengambil ijazah sekolah. Namun, setelah itu Cici tidak kunjung kembali ke rumah.

    [irp posts=”1883″ ]

    Keluarga kemudian berusaha menghubungi Cici melalui telepon. Namun, komunikasi terputus sehingga keluarga tidak mengetahui keberadaannya.

    Irwan juga menyampaikan adanya dugaan dari pihak keluarga bahwa Cici dibawa oleh seorang pria yang dikenal melalui akun TikTok dengan nama Ilham Boxing. Namun, dugaan tersebut masih merupakan keterangan dari pihak keluarga dan belum dapat dipastikan kebenarannya.

    “Kami masih mencari keberadaan Cici. Kami berharap dia segera ditemukan dan bisa kembali ke rumah,” ujar Irwan.

    Keluarga telah melaporkan kehilangan tersebut kepada pihak berwajib dan berharap pencarian terhadap Cici dapat segera dilakukan.

    Adapun ciri-ciri Cici menurut keterangan keluarga, yakni berbadan sedang, berkulit kuning langsat, berhidung biasa, dan memiliki bibir tebal.

    Saat meninggalkan rumah, Cici diketahui mengenakan celana hitam, baju cokelat muda berlubang hitam, serta sandal hitam bergambar kupu-kupu.

    Keluarga mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan Cici Fadilla agar segera memberikan informasi kepada keluarga atau pihak berwajib.

    Informasi mengenai keberadaan Cici dapat disampaikan kepada keluarga melalui nomor 088245130315.

    Keluarga berharap Cici segera ditemukan dalam keadaan selamat dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga. (Rafika)

  • MIFA Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, TGD Prabu: Beramal Tanpa Ilmu adalah Kesesatan

    MIFA Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, TGD Prabu: Beramal Tanpa Ilmu adalah Kesesatan

    Laporan Nusantara – Deliserdang //

    Beramal tanpa ilmu adalah kesesatan yang amat sangat. Keterangan seorang ulama pewaris nabi ini sejalan dengan Alquran dan sabda nabi Muhammad SAW.

    Demikian disampaikan Tuan Guru Deli (TGD) Prabu Kresna Erde SSos, saat menyampaikan tausiahnya dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Senin (24/08/2026) malam, di Surau Majelis Ilmu Fardhu Ain (MIFA), Deli Tua, Deliserdang.

    Hadir dalam Peringatan Maulid bertema “Menguak Hakikat Sejati Diri Nabi Besar Muhammad SAW”, di antaranya Tuan Imam Hanafi, putra Almuqarom Tuan Guru KH Ali Mas’ud yang mengembangkan Ilmu Fardhu Ain di Sumatera Utara. Hadir pula Ketua Yayasan Majelis Ilmu Fardhu Ain (MIFA) Sudirman.

    [irp posts=”2048″ ]

    Selain lantunan ayat suci Alquran dari Al-Fatih Muhammad Erde, rangkaian acara Maulid Nabi juga dimeriahkan dengan marhaban dipimpin Hj Safarida Silalahi.

    Lebih lanjut TGD Prabu mengatakan, Maulid merupakan peristiwa yang terjadi saat kelahiran Nabi Muhammad SAW ke muka bumi.

    Sebenarnya menurut keterangan seorang ulama pewaris para Nabi, sesungguhnya Nabi Muhammad SAW itu zahir tiga kali.

    Zahir pertama, urainya, saat itu tidak ada kata waktu dan kata tempat. Hanya zat yang maha suci. Siapapun tidak ada, apapun belum ada, belum ada surga dan neraka, langit, bumi, api, angin, air belum ada. Bahkan malaikat dan iblis pun belum ada.

    “Apalagi kita manusia. Tak ada satupun makhluk. Hanya alam sunyi. Inilah hakikat Nabi Muhammad, zat yang maha suci,” ungkapnya.

    Zahir yang kedua, adalah kelahiran Nabi Muhammad melalui seorang wanita bernama Siti Aminah, yang disambut dengan munculnya peristiwa-peristiwa bukti dari kebesaran Allah SWT.

    [irp posts=”2039″ ]

    “Dan zahir yang ketiga adalah munculnya Alquran, hadist dan sunnah,” pungkasnya.

    Sebelumnya, Tuan Imam Hanafi mengajak semua jemaah agar senantiasa meningkatkan rasa syukur kehadirat Allah SAW dan salam shalawat kepada Baginda Rasulullah Muhammad SAW.

    Dia mengatakan, sesuai tema yang diangkat pada Peringatan Maulid, diharapkan nantinya ini akan menjadi pelajaran penting agar benar-benar mengenal junjungan Nabi Muhammad.

    “Bukan hanya sekedar tahu, bukan juga hanya sekedar mengenalinya. Tetapi juga dapat mencintai dan mengikuti jalan-jalannya,” imbaunya.

    Karena, kata Hanafi, sesungguhnya Nabi Muhammad SAW diutus di muka bumi ini untuk menyempurnakan. Agar manusia terlepas dari kebodohan, seperti pada masa-masa jahiliyah terdahulu.

    “Jangan kita mengatakan kita beriman sebelum kita mengenal Nabi Muhammad,” ucapnya.

    Hanafi merasa mendapatkan suatu kehormatan atas undangan TGD Prabu Kresna, untuk menghadiri Peringatan Maulid di Surau MIFA.

    [irp posts=”1963″ ]

    “Semoga persaudaraan kita semakin kuat dan terus bersama-sama kita dapat menyebarkan agama Allah di muka bumi ini. Dan kami berharap dan berdoa agar kiranya MIFA ini terus berkembang,” harapnya.

    Ketua Panitia Alustadz Alhafiz Husni, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, baik moril maupun materil atas terselenggaranya Maulid Nabi Muhammad SAW.

    “Semoga peringatan Maulid ini dapat membawa kecintaan kita kepada Baginda Rasulullah SAW. Menjadikan kita umat yang lebih baik dalam akhlak dan dalam ibadah,” tandasnya. ( Tim )

  • PAC GPIE Hamparan Perak Resmi Dilantik

    PAC GPIE Hamparan Perak Resmi Dilantik

    Laporan Nusantara – Deli Serdang //

    Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Indonesia Emas (GPIE) Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, resmi dilantik dalam sebuah kegiatan yang berlangsung di Kelumpang, Kampung Kp. 5, Hamparan Perak, Minggu (23/8/2026).

    Pelantikan yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut menjadi momentum penting bagi GPIE karena PAC Hamparan Perak tercatat sebagai PAC pertama yang dibentuk dan dilantik, dengan Surat Keputusan (SK) Nomor 001/DPC/DS/23/08/2026.

    Dalam kepengurusan tersebut, Mitha Fadilla Br Bangun dipercaya sebagai Ketua PAC GPIE Hamparan Perak, Nabila Afriliza Br Bangun sebagai Bendahara, serta Ishak sebagai Sekretaris.

    [irp posts=”1525″ ]

    Ketua Umum GPIE, Budi Antoni Sinaga, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang telah dilantik. Ia berharap kepengurusan PAC Hamparan Perak mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan terus meningkatkan kinerja organisasi.

    “Selamat bertugas dan selamat sukses. Tingkatkan kerja, jaga kekompakan, dan selalu menjadi lidah terbaik bagi masyarakat,” pesan Budi Antoni Sinaga.

    Kegiatan tersebut turut dihadiri Dewan Pengawas DPP GPIE, Ketua DPC GPIE Deli Serdang Hurufo Jabrik, Bendahara DPC GPIE Deli Serdang Yuliandati, serta Ketua Umum Bobby Lovers Aspiandi Nasution.

    [irp posts=”970″ ]

    Turut hadir perwakilan Muspika, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, serta jajaran DPC GPIE dari Kota Medan, Kabupaten Langkat, Kota Binjai, Kabupaten Batu Bara dan Kabupaten Serdang Bedagai.

    Pelantikan tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga diisi dengan kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat. Sebanyak 10 anak yatim mendapat undangan khusus dan menerima bantuan berupa Al-Qur’an. Kegiatan juga memberikan perhatian kepada ibu-ibu lanjut usia (jompo) sebagai wujud kepedulian dan semangat berbagi.

    Kehadiran anak yatim dan para lansia dalam kegiatan tersebut memberikan makna tersendiri. GPIE menegaskan bahwa keberadaan organisasi di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya berbicara tentang struktur dan program kerja, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata.

    Dengan dilantiknya PAC GPIE Hamparan Perak, diharapkan lahir generasi muda yang aktif, peduli, berintegritas dan mampu menjadi bagian dari pembangunan masyarakat. Kepengurusan yang baru juga diharapkan dapat membangun sinergi dengan pemerintah, aparat, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat.

    Semangat Indonesia Emas harus diwujudkan melalui kerja nyata, kepedulian sosial, persatuan dan gotong royong. PAC GPIE Hamparan Perak diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat organisasi sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Kabupaten Deli Serdang dan Indonesia. (Fik)

  • SEMA Unimed & Masyarakat Kolaborasi Dorong Transformasi Potensi Lokal Demi Peningkatan Ekonomi, Resmikan Desa Wisata Sampe Cita

    SEMA Unimed & Masyarakat Kolaborasi Dorong Transformasi Potensi Lokal Demi Peningkatan Ekonomi, Resmikan Desa Wisata Sampe Cita


    Laporan Nusantara – Deliserdang //

    Guna mensinergikan perbaikan dan peningkatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan, Senat Mahasiswa Universitas Negeri Medan (Sema Unimed) mendorong Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) bersama warga Desa Sampe Cita, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang.

    Langkah nyata ini ditandai dengan peresmian sekaligus perkenalan Desa Wisata Sampe Cita yang digelar pada Sabtu (15/8/2026). Desa ini memiliki potensi besar berupa kekayaan sumber daya alam, agro-bisnis perkebunan dan pertanian, serta sejumlah objek wisata unggulan yang ke depannya diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dengan nilai khas yang dimiliki.

    [irp posts=”1970″ ]

    Wakil Ketua Senat Unimed sekaligus Ketua Tim PPK Ormawa Unimed, Apriansyah Sipayung, menjelaskan kepada awak media bahwa program ini merupakan inisiatif Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, yang memberi ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk berkontribusi langsung dalam pemberdayaan masyarakat serta mengembangkan potensi desa sesuai kebutuhan dan karakteristik lokal.

    “Program PPK Ormawa yang diusung Sema UNIMED ini hadir untuk mendorong perbaikan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Nantinya kami akan terus mendampingi agar pengembangan objek pariwisata yang ada di daerah ini dapat dimaksimalkan. Salah satunya adalah Pantai Ginting yang berlokasi di Desa Sampe Cita, Kutalimbaru,” ungkap Apriansyah.

    Ia menambahkan, pengembangan objek wisata yang dikelola dan ditata secara bersama-sama akan menjadi kekayaan sekaligus kearifan lokal yang bernilai di masa mendatang.

    [irp posts=”1963″ ]

    Sementara itu, Bendahara Desa Sampe Cita, Erwin Angga Saputra, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap program PPK Ormawa yang diusung Sema Unimed. Menurutnya, program ini akan memberikan kontribusi nyata dalam mengembangkan potensi desa serta meningkatkan taraf ekonomi masyarakat Desa Sampe Cita dan desa-desa sekitarnya.

    “Kolaborasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi peluang besar dalam memajukan destinasi wisata ini, sehingga dapat membuka peluang usaha yang lebih baik ke depannya,” ujar Erwin.

    Pengembangan Desa Wisata Sampe Cita ini juga sejalan dengan semangat Asta Cita serta tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs ke-11 mengenai Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, melalui pembangunan kawasan wisata berbasis potensi dan keterlibatan aktif masyarakat lokal.

    Kegiatan peresmian ini dihadiri oleh perangkat Pemerintah Desa Sampe Cita, tokoh masyarakat, Dosen Pembimbing PPK Ormawa Unimed, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Negeri Medan, serta puluhan mahasiswa UNIMED. (Rel)