Laporan Nusantara – Medan //
Lebih dari 500 peserta mengikuti Apel Kebangsaan Badan Otonom Nahdlatul Ulama (NU) se-Sumatera Utara dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026
di halaman Kampus Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara (UNUSU), Jalan Abdul Manaf, Helvetia, Medan, Kamis (22/10/2026).
Apel yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dipimpin Ketua PWNU Sumatera Utara, KH Marahalim Harahap, selaku pembina upacara. Peserta terdiri dari jajaran PWNU, Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, IPNU, IPPNU, PMII, civitas akademika UNUSU, serta guru dan siswa sekolah di lingkungan NU.
Rangkaian kegiatan meliputi pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan Resolusi Jihad, amanat pembina upacara, dan doa bersama untuk mengenang perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
[irp posts=”2463″ ]
Dalam amanatnya, KH Marahalim Harahap menegaskan bahwa Hari Santri menjadi momentum bagi generasi muda untuk memperkuat keimanan, akhlak, semangat kebangsaan, dan kesiapan menghadapi tantangan zaman.
“Apel peringatan Hari Santri ini harus menjadi momentum bagi para santri untuk terus mematangkan dan menyiapkan diri sebagai bagian penting dalam mengisi kemerdekaan serta menjaga kedaulatan NKRI,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya prinsip hubbul wathan minal iman, yakni cinta Tanah Air sebagai bagian dari iman, yang terus ditanamkan dalam pendidikan pesantren.
Marahalim berharap santri mampu meneladani perjuangan ulama terdahulu dengan menjadi generasi berilmu, berakhlak mulia, serta berperan aktif menjaga persatuan dan keutuhan NKRI.
Menurutnya, NU akan terus berkontribusi dalam kehidupan keagamaan, pendidikan, dan pembangunan bangsa.
Kegiatan ditutup dengan ramah tamah bersama pengurus NU, badan otonom, civitas akademika UNUSU, guru, dan peserta. Peringatan ini diharapkan memperkuat semangat santri untuk mengabdi kepada agama, bangsa, dan negara. (Rafika)






